Tegangan dan Temperatur Kapasitansi

Tegangan dan Temperatur Kapasitansi

Tegangan dan Temperatur Kapasitansi

Tegangan dan Temperatur Kapasitansi

Tegangan dan Temperatur Kapasitansi


Kapasitansi


Pada kapasitor yang berukuran besar, nilai kapasitansi umumnya di tulis dengan angka yang jelas serta lengkap dengan nilai tegangan maksimum dan polaritasnya. Misalnya pada kapasitor elco dengan jelas tertulis kapasitansinya sebesar 22µF/25V. kapasotor yang ukuran fisiknya mungil dan kecil biasanya hanya bertuliskan 2 (dua) atau 3 (tiga) angka saja. Jika hanya ada dua angka satuannya adalah pf (pico Farands). Sebagai contoh, kapasitor yang bertuliskan dua angka 47, maka kapasitansi kapasitor tersebut adalah 47 pF.

Jika ada 3 digit, angka pertama dan kedua menujukan nilai nominal, sedangkan angka ke-3 adalah factor pengali. Factor pengali sesuai dengan angka nominalnya, berturut-turut 1 = 10, 2 = 100, 3 =1.00, 4 =10.000 =100.000 pF atau = 100 nF. Contoh lain misalnya tertulis 222, artinya kapsitansi tersebut adalah 22 x 102 = 2200 pF 2.2 nF.

Tegangan Kerja

Tegangan kerja adalah tegangan maksimum yang di ijinkan sehingga kapasitor masih dapat bekerja dengan baik. Para elektro- mania barangkali pernah mengalami kapsitor yang meledak karna kelebihan tegangan. Misalnya kapasitor 10µF 25V, maka tegangan yang biasa diberikan tidak boleh melebihi 25 Volt DC. Umumnya kapasitor-kapasitor bekerja pada tegangan DC dan kapasitor non-polar bekerja pada tegangan AC.

Temperatur kerja

Kapasitor masih memenuhi spesifikasinya jika bekerja pada suhu yang sesuai. Pabrikan pembuat kapasitor umumnya membuat kapsitor yang mengacu pada setandar popular. Ada 4 standar popular yang biasanya tertera di badan kapasitor seperti C0G (ultra stable), X7R (stable) serta Z5U dan Y5V (general purpose).

Baca Juga :

Usman

    Comments are closed.