SMA Bengkulu Selatan Lahirkan Ilmuan Muda, Tapi Perhatian Pemerintah Minim

SMA Bengkulu Selatan Lahirkan Ilmuan Muda, Tapi Perhatian Pemerintah Minim

SMA Bengkulu Selatan Lahirkan Ilmuan Muda, Tapi Perhatian Pemerintah Minim

SMA Bengkulu Selatan Lahirkan Ilmuan Muda, Tapi Perhatian Pemerintah Minim

Upaya penanaman budaya gemar meneliti sejak dini terus dilakukan oleh SMA Negeri 2 Bengkulu Selatan.

Salah satunya, dengan kegiatan pembinaan pelajar melalui ekstrakulikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR).

Kegiatan ini berorientasi pada penelitian yang mencakup semua bidang keilmuan, seperti Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu Pengetahuan Terapan. Beragam isu yang berkembang di masyarakat berhasil ditemukan solusinya oleh para pelajar, seperti biji mahoni untuk membunuh nyamuk, pencegah sel kanker yang berasal dari buah kebiul hingga cara meningkatkan kualitas hidup bagi penderita kanker.

“Tujuan kami ingin memperbanyak jumlah peneliti muda melalui pola pengembangan minat

dan pembelajaran berbasis iptek,” kata Pembina KIR SMA Negeri 2 Bengkulu Selatan, Gusniarti kepada RMOL Bengkulu, Sabtu (4/11).

Menurutnya, kegiatan ini efektif dalam membangun semangat ilmiah remaja serta mengasah kepekaan mereka terhadap terhadap topik relevan di lingkungan masyarakat.

“Hasil penelitian mereka banyak menawarkan solusi alternatif dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat melalui pemikiran ilmiah dan inovasi,” ujar guru mata pelajaran matematika tersebut.

Akhir Oktober lalu, kata Gusniarti, dua muridnya menyabet juara pertama dalam lomba karya ilmiah remaja bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) yang digelar oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Jakarta.

Karya ilmiah yang ditulis dua pelajar kelas XII IPA bernama Zahira Amaalia d

an Nur Bella Turcica itu menggeser ribuan karya pelajar lain dari seluruh Indonesia. Mereka mengangkat judul Hubungan Dukungan Sosial Terhadap Kondisi Psikologis dan Kualitas Hidup pada Cancer Survivors di Bengkulu Selatan.

“Karya ilmiah itu berangkat dari keperihatinan anak-anak itu terhadap para penderita kanker di Bengkulu Selatan yang minim dukungan moril,” papar Gusniarti.

Kepala Sekolah SMA 2 Bengkulu Selatan Tarman Hayadi mengatakan, penelitian dapat melatih pelajar agar berpikir kreatif, kritis melihat persoalan dan bertanggung jawab terhadap hasil.

Ia mengungkapkan, meski banyak pelajar menemukan berbagai pemecahan masalah melalui penelitian ilmiah bahkan memenangi kompetisi nasional, namun bentuk perhatian pemerintah daerah masih minim.

“Hasil penemuan para pelajar dalam bidang sains dan sosial menarik untuk ditelaah. Pemerintah seharusnya dapat membangun industri berdasarkan hasil penelitian mereka. Akan tetapi hingga kini belum ada respon dari pemerintah untuk bekerjasama dengan lembaga pendidikan guna membangun perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Selatan Novianto berdalih, meski sistem kewenangan sekolah saat ini dikelola provinsi, namun pihak tetap memberikan perhatian kepada para peneliti muda.

“Kalau ada yang memenangi lomba di tingkat provinsi ataupun nasional, kami selalu memberikan reward. Nominalnya memang tidak banyak hanya Rp 1,5 juta,” ujar Novianto.

 

Sumber :

https://classicairsoft.org/inilah-manfaat-gaya-gravitasi-bumi-bagi-kehidupan/

Usman

    Comments are closed.