Fokus Penelitian/ Rumusan Masalah Penelitian

Fokus Penelitian/ Rumusan Masalah Penelitian

Fokus Penelitian/ Rumusan Masalah Penelitian

Fokus Penelitian/ Rumusan Masalah Penelitian

 Di dalam penulisan proposal yang berjudul Semanggi Makanan Tradisonal Khas kota Surabaya Sebagai Industri Keluarga Dari Dulu, Sekarang dan di Masa Mendatang memiliki rumusan – rumusan masalah sebagai berikut :
1. Motif apakah yang menyebabkan semanggi menjadi sebuah komoditas bisnis wisata kuliner di Surabaya?
2. Bagaimana eksistensi para penjual semanggi tradisonal di kota Surabaya?
TEMUAN DATA DAN ANALISA DATA
Dari penelitian yang diadakan tanggal tanggal 19 Mei 2010-26 Mei 2010 peneliti mendapatkan beberapa data. Data yang pertama adalah data yang berasal dari hasil observasi atau pengamatan peneliti dan data sekunder. Data tersebut diantaranya. Di Surabaya, Semanggi kebanyakan diproduksi oleh masyarakat sekitar daerah Benowo. Semanggi adalah sekelompok tanaman paku air (Hydropterides) dari marga (Marsilea) yang di Indonesia mudah ditemukan di sekitar pematang sawah atau tepian saluran irigasi. Makanan khas Surabaya yang disajikan pada piring yang terbuat dari daun pisang atau disebut ‘pincuk’ ini terdiri dari beberapa sayur seperti daun semanggi, kecambah dan disiram dengan bumbu ketela rambat beserta sambal cabe rawit yang pedas. Untuk menikmatinya, akan semakin mantap jika dimakan dengan krupuk puli yaitu krupuk yang dibuat dari beras Secara morfologi bentuk tumbuhan ini sangat khas, karena bentuk daunnya yang menyerupai payung yang tersusun dari empat kelopak anak daun yang berhadapan.Semanggi merupakan salah satu makanan khas tradisonal kota Surabaya yang sampai sekarang masih bertahan meskipun dihadapkan dengan persaingan-persaingan dengan berbagai macam makanan moderen utamanya dengan makanan yang cepat saji fast food. Semanggi juga merupakan sebagai wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. Semanggi termasuk kebudayaan fisik dan tidak memerlukan banyak penjelasan karena itu semua hasil konkret dari perbuatan manusia. Untuk menjaga semanggi tetap eksis dan menjadi makanan tradisional maka diharapkan partisipasi masyarakat kota Surabaya untuk melestarikan dan mengenalkan kepada generasi yang ada di bawahnya agar semanggi tetap menjadi makanan favorit bagi mereka meski hasil akhirnya berbeda. Semanggi sendiri merupakan suatu industri makanan keluarga yang sudah turun temurun dari tiap keluarga terutama pada pusat semanggi sendiri di daerah Benowo dan Manukan. mereka bisa berasal dari sana adalah karena di sanalah terdapat juragan yang memproduksi semanggi lalu juragan tersebut menjual semangginya bagi ibu-ibu di daerah tersebut yang berprofesi sebagai penjual pecel semanggi keliling. Hampir setiap rumah atau perkampungan di wilayah tersebut warganya berjualan semanggi secara keliling. Bahkan mereka rela untuk pindah domisili untuk sementara ke perkampungan yang ada di sekitar pusat kota Surabaya. Hampir tiap kampung di Surabaya terdapat penjual semanggi yang berdomisili yang asal-usul mereka berasal dari Benowo. Para penjual semanggi berkumpul di pinggir jalan yang ramai sedang mempersiapkan diri untuk segera berpencar menuju berbagai sudut kota. Para penual semanggi tradisional ini berjualan dari pukul 09.00 pagi samapai pukul 15.00 sore hari. Para penjual semanggi ini selain tujuan utamanya untuk menjual makanan dalam hal ini semanggi, mereka juga berusaha untuk melestarikan makanan tradisional ini agar tetap diminati oleh warga kota Surabaya. Mereka pun mempunyai suatu kebanggan sendiri dengan menjual makanan khas dari kota mereka sendiri. Hal ini sesuai dengan teori yang diterapkan oleh Peter Blau tentang pertukaran sosial yakni mereka menjual semanggi tersebut untuk mendapatkan ganjaran berupa ganjaran ekstrinsik dan ganjaran intrinsik. Ganjaran ekstrinsik yang diterima dapat berupa uang atau penghasilan yang mereka selama berjualan. Sedang untuk ganjaran intrinsik mereka mendapatkan kebanggaan dan kepuasan tersendiri dengan menjual semanggi sebab semanggi merupakan makanan khas atau ikon dari kota mereka sendiri yaitu kota Surabaya. Seperti yang dijumpai di kawasan diponegoro dekat dengan pemberhentian bis tampak beberapa wanita paruh baya itu dengan berpakaian kebaya dan berjarit beranjak turun. Di depannya terdapat bakul tempat dagangannya dan tak lupa krupuk puli dalam kantung plastik yang cukup besar.
Usman

    Comments are closed.