Asus Singgung Batalnya ROG Phone 2018 dan Xiaomi Black Shark

Asus Singgung Batalnya ROG Phone 2018 dan Xiaomi Black Shark

Asus Singgung Batalnya ROG Phone 2018 dan Xiaomi Black Shark

– Asus akhirnya menjual resmi ponsel seri ROG, ROG Phone 2 di Indonesia.

Peluncuran menjadi pemuas dahaga bagi masyarakat Indonesia yang menanti peluncuran sejak ROG Phone yang dilluncurkan sejak Desember lalu.

Meski diluncurkan sejak Desember lalu, ROG Phone tak pernah dijual resmi di Indonesia. Product Marketing Manager Asus Indonesia, Davina Larissa mengatakan saat itu, produk ROG Phone terkendala masalah stok unit di Indonesia.

Davina mengklaim permintaan ROG Phone di Indonesia sangat besar sampai Asus

tidak mampu memenuhi kuantitas permintaan di Indonesia. Oleh karena itu, daripada ponsel menjadi gaib dan malah mencoreng nama baik Asus, ROG Phone diputuskan tidak dijual di Indonesia.

“Jadi kami itu tidak masuk karena stok kami kurang untuk memenuhi permintaan di pasar indonesia. kita lihat permintaan banyak dan stok tidak cukup, dan kami katakan tidak masuk ke Indonesia,” kata Davina usai peluncuran ROG Phone 2 di Jakarta Barat, Kamis (5/12).

Davina mengatakan tahun ini, Asus mantap memutuskan untuk menjual ponsel ROG Phone 2 di Indonesia.

Penjualan perdana secra offline bahkan dilakukan langsung setelah acara peluncuran. Tempat penjualan berlokasi di tempat yang sama dengan acara peluncuran.

Lihat juga:Spesifikasi dan Harga Ponsel Gaming Asus ROG Phone 2

Davina mengatakan penjualan perdana tersebut sekaligus bukti bahwa stok ROG Phone 2 sudah cukup dan tidak akan gaib. Kekhwatiran ponsel gaib ini muncul karena harga ponsel ROG Phone sangat kompetitif dengan harga Rp8,5 juta dengan RAM 8GB+128GB.

“Kami belajar dari masalah stok tahun lalu, sekarang masalah sudah selesai. Dan kami yakinkan maka kami berani meluncurkan dan lakukan penjualan perdana langsung,” katanya.

Bahkan peluncuran Asus dihadiri langsung oleh Chairman Asus, Jonney Shih. Dalam acara peluncuran Jonney menjamin ketersediaan unit ponsel

 

Baca Juga :

LIPI Ungkap Ancaman Anak Ular Kobra Saat Musim Hujan

LIPI Ungkap Ancaman Anak Ular Kobra Saat Musim Hujan

LIPI Ungkap Ancaman Anak Ular Kobra Saat Musim Hujan

Warga dihebohkan dengan temuan 26 ekor anak ular kobra yang berkeliaran

di salah satu Perumahan di Citayam, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ahli Hepertologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Amir Hamidy mengaku memasuki fase musim hujan, memang waktunya ular kobra lahir.

“Ular kobra menetas di awal musim hujan. Untuk kasus di Bogor, kebetulan dekat perumahan tersebut ada ular kobra yang berkembang biak,” kata Amir kepada CNNIndonesia.com, Senin (9/12).

Menurut Amir, sekali bertelur, rata-rata kobra bisa menetaskan 20 ekor ular.

Biasanya ular kobra meletakkan telur-telurnya di lubang atau tempat lembab yang tersembunyi dari jangkauan manusia.

“Sukanya ular kobra di sarang yang basah atau lembab. Jadi dia lebih hangat. Biasanya di bawah sampah. Tiga (3) bulan biasanya sudah menetas,” kata Amir.

Lihat juga:Puluhan Anak Ular Kobra Berkeliaran di Bogor

Setelah menetas, anak ular kobra biasanya berpencar atau berpisah dengan induknya

. Sehingga, imbuh Amir, fenomena jumlah populasi yang meningkat dan penemuan ular kobra sampai masuk ke rumah warga di musim hujan adalah wajar.

Kendati demikian, Amir mengatakan dari puluhan ular yang lahir secara bersamaan itu belum tentu bisa bertahan hidup seluruhnya. Pasalnya, di awal musim hujan musuh atau mangsa ular kobra juga banyak, salah satunya burung.

Atas dasar itu, Amir menghimbau agar kondisi rumah selalu bersih dan jangan dibiarkan gelap saat musim hujan. Warga diminta untuk tidak membiarkan tumpukan barang atau sampah yang akan memberikan tempat lembab bagi ular kobra.

 

Sumber :

https://obatwasirambeien.id/candy-crush-soda-saga-apk/

 

Pabrikan ‘Putar Otak’ Hubungkan Konsumen dengan Produk

Pabrikan ‘Putar Otak’ Hubungkan Konsumen dengan Produk

Pabrikan ‘Putar Otak’ Hubungkan Konsumen dengan Produk

Perkembangan teknologi digital di Indonesia memengaruhi cara pabrikan otomotif

dalam menyajikan informasi terkait produk yang dijual. Era digital meningkatkan kesadaran produsen otomotif bagaimana caranya menyampaikan informasi ke masyarakat lebih cepat.

Berdasarkan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia hingga 2018 berjumlah 171,17 juta, atau meningkat 10,2 persen dibandingkan 2017 sebanyak 143,26 juta.

Tren digitalisasi dalam negeri tersebut membuat Toyota-Astra Motor (TAM) ‘putar otak

‘ mengembangkan satu aplikasi digital yang diklaim dapat memudahkan akses masyarakat serta konsumennya.

Peluncuran aplikasi bernama mTOYOTA yang tersedia di Android dan iOS itu pun telah dilakukan di Jakarta pekan lalu.

Lihat juga:Mitsubishi Buntuti Jumlah Ekspor Toyota Indonesia

Direktur Marketing TAM Anton Jimmi Suwandy menuturkan aplikasi itu dibuat sebab melihat pola masyarakat serta konsumen yang sudah mulai meninggalkan cara konvensional untuk menggali informasi soal produk otomotif.

Klaim TAM, situs resmi yang mereka punya saat ini sudah diakses dalam satu bulan untuk page view selama lebih dari 5 juta. Karena alasan itu aplikasi melalui perangkat mobile terlahir, dan diakui TAM punya kemampuan dalam menyampaikan informasi.

“Pengunjung web kami itu di Indonesia tertinggi setelah Amerika dan Jepang,” kata Anton ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, pekan lalu.

Ini menurut Anton, belum dikalkulasi dengan pengakses sosial media resmi Toyota Indonesia misalnya Facebook dan Instagram.

 

Sumber :

https://obatsipilisampuh.id/runkeeper-gps-apk/

Penilaian Kegiatan

Penilaian Kegiatan

Penilaian Kegiatan

1. Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui:

  • Penilaian segera (LAISEG), yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani.
  • Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN), yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik.
  • Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG), yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik.

2. Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling

Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG, untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan.

3. Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling

Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG.

Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif.

E. Pelaksana Kegiatan

  1. Pelaksana kegiatan pelayanan konseling adalah konselor sekolah/ madrasah.
  2. Konselor pelaksana kegiatan pelayanan konseling di sekolah/madrasah wajib: (a) Menguasai spektrum pelayanan pada umumnya, khususnya pelayanan profesional konseling; (b) merumuskan dan menjelaskan peran profesional konselor kepada pihak-pihak terkait, terutama peserta didik, pimpinan sekolah/ madrasah, sejawat pendidik, dan orang tua; (c) melaksanakan tugas pelayanan profesional konseling yang setiap kali dipertanggungjawabkan kepada pemangku kepentingan, terutama pimpinan sekolah/madrasah, orang tua, dan peserta didik; (d) mewaspadai hal-hal negatif yang dapat mengurangi keefektifan kegiatan pelayanan profesional konseling; (e) mengembangkan kemampuan profesional konseling secara berkelanjutan;
  3. Beban tugas wajib konselor ekuivalen dengan beban tugas wajib pendidik lainnya di sekolah/madrasah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
  4. Pelaksana pelayanan konseling: (a) pelaksana pelayanan konseling di SD/MI/SDLB pada dasarnya adalah guru kelas yang melaksanakan layanan orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran, dan penguasaan konten dengan menginfusikan materi layanan tersebut ke dalam pembelajaran, serta untuk peserta didik Kelas IV, V, dan VI dapat diselenggarakan layanan konseling perorangan, bimbingan kelompok, dan konseling kelompok; (b) pada satu SD/MI/SDLB atau sejumlah SD/MI/SDLB dapat diangkat seorang konselor untuk menyelenggarakan pelayanan konseling; (c) p ada satu SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB/SMK/MAK dapat diangkat sejumlah konselor dengan rasio seorang konselor untuk 150 orang peserta didik.

Baca Juga :

Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Konseling

Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Konseling

Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Konseling

a. Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah:

  • Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas.
  • Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal
  • Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi, kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus.

b. Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah:

  • Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi, konseling perorangan,, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas.
  • Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas.
  • Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling, diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah.
  • Kegiatan pelayanan konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG).
  • Volume dan waktu untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling di dalam kelas dan di luar kelas setiap minggu diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah
  • Program pelayanan konseling pada masing-masing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antarkelas dan antarjenjang kelas, dan mensinkronisasikan program pelayanan konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler, serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah.

Sumber : https://realviagraforsale-rxonline.com/

Program Pelayanan

Program Pelayanan

Program Pelayanan

a. Jenis Program

  1. Program Tahunan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah.
  2. Program Semesteran, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan.
  3. Program Bulanan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran.
  4. Program Mingguan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.
  5. Program Harian,yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling.

b. Penyusunan Program

  1. Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi.
  2. Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang, jenis layanan dan kegiatan pendukung, format kegiatan, sasaran pelayanan, dan volume/beban tugas konselor.

B. Perencanaan Kegiatan

  1. Perencanaan kegiatan pelayanan konseling mengacu pada program tahunan yang telah dijabarkan ke dalam program semesteran, bulanan serta mingguan.
  2. Perencanaan kegiatan pelayanan konseling harian yang merupakan jabaran dari program mingguan disusun dalam bentuk SATLAN dan SATKUNG yang masing-masing memuat: (a) sasaran layanan/kegiatan pendukung; (b) substansi layanan/kegiatan pendukung; (c) jenis layanan/kegiatan pendukung, serta alat bantu yang digunakan; (d) pelaksana layanan/kegiatan pendukung dan pihak-pihak yang terlibat; dan (d) waktu dan tempat.
  3. Rencana kegiatan pelayanan konseling mingguan meliputi kegiatan di dalam kelas dan di luar kelas untuk masing-masing kelas peserta didik yang menjadi tanggung jawab konselor.
  4. Satu kali kegiatan layanan atau kegiatan pendukung konseling berbobot ekuivalen 2 (dua) jam pembelajaran.
  5. Volume keseluruhan kegiatan pelayanan konseling dalam satu minggu minimal ekuivalen dengan beban tugas wajib konselor di sekolah/ madrasah.

C. Pelaksanaan Kegiatan

  1. Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya, konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin, insidental dan keteladanan.
  2. Program pelayanan konseling yang direncanakan dalam bentuk SATLAN dan SATKUNG dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pihak-pihak yang terkait.

Sumber : https://pharmacygig.com/

Maulid, Siswa SDN Cimanggu Diceritakan Kisah Nabi

Maulid, Siswa SDN Cimanggu Diceritakan Kisah Nabi

Maulid, Siswa SDN Cimanggu Diceritakan Kisah Nabi

SDN Cimanggu di Kecamatan Tanah Sareal menggelar acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW

, yang diikuti oleh seluruh warga sekolah dengan khidmat dan lancar. Menurut Kepala SDN Cimanggu Lili Mardiah, kegiatan maulid ini tiap tahun­nya selalu dilaksanakan di sekolahnya sebagai upaya pembelajaran kepada anak didiknya tentang kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW.

“Nabi Muhammad patut dicontoh dan ditiru dengan ketauladannnya yang be­gitu mengagumkan oleh seluruh umat islam didunia

,” kata Lili saat ditemui Metropolitan sesuai melaksanakan mau­lid nabi, kemarin.

Ia menjelaskan, sebagai umat muslim diwajibkan mengenang beliau sebagai Nabi yang diutus oleh Allah SWT dalam menegakan kebenaran sesuai dengan ajaran kitab suci alquran. Pada peringa­tan maulid kali in, ia juga menjelaskan, para siswa diwajibkan hadir agar me­reka memahami dan mengerti mengenai makna yang terkandung dalam pering­atan maulid.

“Karena dengan memahami makna maulid maka anak didiknya akan ter­hindar dari perbuatan yang merugikan dirinya

dan orang lain,” bebernya.

Lili pun mengucapkan rasa terimaka­sihnya kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini sampai akhir. ”Alhamdulillah acara maulid ini berjalan dengan lancar dan seluruh anak didiknya dapat mengikuti dengan hikmad,” tan­dasnya.

 

Baca Juga :

 

 

Kementerian Pendidikan bakal Sambangi SMPN 7 Kota Bogor

Kementerian Pendidikan bakal Sambangi SMPN 7 Kota Bogor

Kementerian Pendidikan bakal Sambangi SMPN 7 Kota Bogor

Ujian Akhir Se­mester (UAS) pada hari pertama di SDN Tanahsareal, Kecamatan Tanahsareal,

Kota Bogor, berjalan lancar dengan diik­uti seluruh siswa. ”Alhamdulillah seluruh anak didik kami bisa mengikuti UAS pada hari pertama dengan tertib dan lancar,” ujar Kepala SDN Tanahsareal 1 Siti Hasanah kepada Metropolitan, ke­marin.

Pada hari pertama UAS, sambung Siti, seluruh siswa bisa mengikuti dua mata pelajaran yakni PKN

dan Bahasa Indo­nesia dengan lancar. ”Rata-rata mereka mengerjakannya tepat waktu karena sudah menguasai materi pelajaran yang akan mereka hadapi,” katanya.

Selain itu, Siti mengimbau orang tua siswa mengawasi perilaku anak-anaknya selama UAS,

karena saat ini curah hujan di Kota Bogor sedang meningkat tinggi baik pagi hingga malam hari. “Saya minta orang tua biasakan memberi sarapan ke­pada anaknya sebelum berangkat sekolah serta membekali mereka payung dan jas hujan,” tukasnya.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/8AZL/the-origins-of-javanese-in-history

Ajak Orang Tua Dukung PKK

Ajak Orang Tua Dukung PKK

Ajak Orang Tua Dukung PKK

Karena, pendidikan karakter dan agama, sangat membantu siswa siswi agar mengalami,

memperoleh, dan memiliki karakter kuat yang diinginkannya, serta cinta akan ajaran Allah SWT.

”Jadi, salah satu cara untuk menyelamatkan lingkungan, selain akademik

, juga sangat diperlukan penerapan pendidikan karakter,” pungkas Kepala SDN Selakopi, Dadang, dalam menjawab pertanyaan Metropolitan, di sekolahnya, kemarin.

Menurutnya, sejak dini anak anak, khususnya siswa kelas I harus dibekali dengan karakter yang kuat,

supaya sikap sikap positif yang ada dalam dirinya dapat menjadi bagian hidupnya yang mempengaruhi seluruh cara berpikir dan bertindak dalam hidupnya.

”Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah sangat memungkinkan untuk membentuk dan menanamkan sikap atau karakter cinta lingkungan hidup kepada anak anak di sekolah. Sehingga, nantinya mereka akan menjadikan sekolah menjadi rumah kedua bagi dirinya,” harap Dadang.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/pOln/the-story-of-the-prophet-muhammad-saw-received-the-first-revelation

Kejahatan Transaksi Perbankan Elektronik

Kejahatan Transaksi Perbankan Elektronik

Kejahatan Transaksi Perbankan Elektronik

Kurangnya pengamanan proses transaksi keuangan dalam beberapa Bank, menyebabkan beberapa pengguna yang memanfaatkan transaksi perbankan menggunakan elektronik, mengalami kerugian sejumlah materil, karena adanya penipuan, maupun penarikan sejumlah uang dari orang yang tidak berkepentingan. Hal ini sebenarnya memerlukan peningkatan keamanan dari pihak Bank, agar tidak terdapat lubang hitam, yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.

Penipuan Penjualan
Pada kasus ini sering sekali dialami oleh orang-orang yang lebih menyukai belanja barang-barang melalui internet, walaupun tidak jelas siapa penjualnya, akan tetapi sistem ini dianggap lebih efektif, karena mempermudah dalam proses pemilihan, dan waktu. Akan tetapi tidak sedikit orang-orang yang mengalami penipuan dengan tidak terkirimnya barang pesanan, setelah uangnya telah dikirim.
Solusi dari masalah ini, hanyalah ketelitian dan kehati-hatian pembeli dalam memesan barang, dan mengetahui dengan jelas siapa penjualnya.

Penipuan Reward
Banyak sekali orang yang terjerumus dengan kata hadiah atau free. Padahal pemberian hadiah ini sering kali hanyalah sebuah trik yang dilakukan seseorang, untuk mendapatkan keuntung yang lebih besar dari orang-orang yang terperangkap dengan umpan tersebut. Oleh Karena itu, Ketelitian dalam memilih dan menelaah sangat dibutuhkan agar terhindar dari penipuan ini.

Pemalsuan Wajah

Sebenarnya hal ini sudah sering terjadi,tujuannyapun beragam, ada yang hanya sebagai hiburan semata,adapula yang bertujuan untuk menjatuhkan nama baik seseorang, dan ada pula yang bertujuan untuk mencari keuntungan materil dengan memanfaatkan popularitas seseorang.
Salah satu contoh yang sering terjadi adalah kasus-kasus yang dihadapi oleh artis-artis, baik artis nasional maupun internasional. Biasanya pemecahan dari masalah ini adalah pakar telematika yang bertugas untuk memastikan keaslian gambar tersebut.

Baca Juga :