Archive November 2019

Penilaian Kegiatan

Penilaian Kegiatan

Penilaian Kegiatan

1. Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui:

  • Penilaian segera (LAISEG), yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani.
  • Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN), yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik.
  • Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG), yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik.

2. Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling

Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG, untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan.

3. Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling

Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG.

Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif.

E. Pelaksana Kegiatan

  1. Pelaksana kegiatan pelayanan konseling adalah konselor sekolah/ madrasah.
  2. Konselor pelaksana kegiatan pelayanan konseling di sekolah/madrasah wajib: (a) Menguasai spektrum pelayanan pada umumnya, khususnya pelayanan profesional konseling; (b) merumuskan dan menjelaskan peran profesional konselor kepada pihak-pihak terkait, terutama peserta didik, pimpinan sekolah/ madrasah, sejawat pendidik, dan orang tua; (c) melaksanakan tugas pelayanan profesional konseling yang setiap kali dipertanggungjawabkan kepada pemangku kepentingan, terutama pimpinan sekolah/madrasah, orang tua, dan peserta didik; (d) mewaspadai hal-hal negatif yang dapat mengurangi keefektifan kegiatan pelayanan profesional konseling; (e) mengembangkan kemampuan profesional konseling secara berkelanjutan;
  3. Beban tugas wajib konselor ekuivalen dengan beban tugas wajib pendidik lainnya di sekolah/madrasah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
  4. Pelaksana pelayanan konseling: (a) pelaksana pelayanan konseling di SD/MI/SDLB pada dasarnya adalah guru kelas yang melaksanakan layanan orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran, dan penguasaan konten dengan menginfusikan materi layanan tersebut ke dalam pembelajaran, serta untuk peserta didik Kelas IV, V, dan VI dapat diselenggarakan layanan konseling perorangan, bimbingan kelompok, dan konseling kelompok; (b) pada satu SD/MI/SDLB atau sejumlah SD/MI/SDLB dapat diangkat seorang konselor untuk menyelenggarakan pelayanan konseling; (c) p ada satu SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB/SMK/MAK dapat diangkat sejumlah konselor dengan rasio seorang konselor untuk 150 orang peserta didik.

Baca Juga :

Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Konseling

Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Konseling

Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Konseling

a. Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah:

  • Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas.
  • Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal
  • Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi, kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus.

b. Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah:

  • Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi, konseling perorangan,, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas.
  • Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas.
  • Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling, diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah.
  • Kegiatan pelayanan konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG).
  • Volume dan waktu untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling di dalam kelas dan di luar kelas setiap minggu diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah
  • Program pelayanan konseling pada masing-masing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antarkelas dan antarjenjang kelas, dan mensinkronisasikan program pelayanan konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler, serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah.

Sumber : https://realviagraforsale-rxonline.com/

Program Pelayanan

Program Pelayanan

Program Pelayanan

a. Jenis Program

  1. Program Tahunan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah.
  2. Program Semesteran, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan.
  3. Program Bulanan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran.
  4. Program Mingguan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.
  5. Program Harian,yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling.

b. Penyusunan Program

  1. Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi.
  2. Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang, jenis layanan dan kegiatan pendukung, format kegiatan, sasaran pelayanan, dan volume/beban tugas konselor.

B. Perencanaan Kegiatan

  1. Perencanaan kegiatan pelayanan konseling mengacu pada program tahunan yang telah dijabarkan ke dalam program semesteran, bulanan serta mingguan.
  2. Perencanaan kegiatan pelayanan konseling harian yang merupakan jabaran dari program mingguan disusun dalam bentuk SATLAN dan SATKUNG yang masing-masing memuat: (a) sasaran layanan/kegiatan pendukung; (b) substansi layanan/kegiatan pendukung; (c) jenis layanan/kegiatan pendukung, serta alat bantu yang digunakan; (d) pelaksana layanan/kegiatan pendukung dan pihak-pihak yang terlibat; dan (d) waktu dan tempat.
  3. Rencana kegiatan pelayanan konseling mingguan meliputi kegiatan di dalam kelas dan di luar kelas untuk masing-masing kelas peserta didik yang menjadi tanggung jawab konselor.
  4. Satu kali kegiatan layanan atau kegiatan pendukung konseling berbobot ekuivalen 2 (dua) jam pembelajaran.
  5. Volume keseluruhan kegiatan pelayanan konseling dalam satu minggu minimal ekuivalen dengan beban tugas wajib konselor di sekolah/ madrasah.

C. Pelaksanaan Kegiatan

  1. Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya, konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin, insidental dan keteladanan.
  2. Program pelayanan konseling yang direncanakan dalam bentuk SATLAN dan SATKUNG dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pihak-pihak yang terkait.

Sumber : https://pharmacygig.com/

Maulid, Siswa SDN Cimanggu Diceritakan Kisah Nabi

Maulid, Siswa SDN Cimanggu Diceritakan Kisah Nabi

Maulid, Siswa SDN Cimanggu Diceritakan Kisah Nabi

SDN Cimanggu di Kecamatan Tanah Sareal menggelar acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW

, yang diikuti oleh seluruh warga sekolah dengan khidmat dan lancar. Menurut Kepala SDN Cimanggu Lili Mardiah, kegiatan maulid ini tiap tahun­nya selalu dilaksanakan di sekolahnya sebagai upaya pembelajaran kepada anak didiknya tentang kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW.

“Nabi Muhammad patut dicontoh dan ditiru dengan ketauladannnya yang be­gitu mengagumkan oleh seluruh umat islam didunia

,” kata Lili saat ditemui Metropolitan sesuai melaksanakan mau­lid nabi, kemarin.

Ia menjelaskan, sebagai umat muslim diwajibkan mengenang beliau sebagai Nabi yang diutus oleh Allah SWT dalam menegakan kebenaran sesuai dengan ajaran kitab suci alquran. Pada peringa­tan maulid kali in, ia juga menjelaskan, para siswa diwajibkan hadir agar me­reka memahami dan mengerti mengenai makna yang terkandung dalam pering­atan maulid.

“Karena dengan memahami makna maulid maka anak didiknya akan ter­hindar dari perbuatan yang merugikan dirinya

dan orang lain,” bebernya.

Lili pun mengucapkan rasa terimaka­sihnya kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini sampai akhir. ”Alhamdulillah acara maulid ini berjalan dengan lancar dan seluruh anak didiknya dapat mengikuti dengan hikmad,” tan­dasnya.

 

Baca Juga :

 

 

Kementerian Pendidikan bakal Sambangi SMPN 7 Kota Bogor

Kementerian Pendidikan bakal Sambangi SMPN 7 Kota Bogor

Kementerian Pendidikan bakal Sambangi SMPN 7 Kota Bogor

Ujian Akhir Se­mester (UAS) pada hari pertama di SDN Tanahsareal, Kecamatan Tanahsareal,

Kota Bogor, berjalan lancar dengan diik­uti seluruh siswa. ”Alhamdulillah seluruh anak didik kami bisa mengikuti UAS pada hari pertama dengan tertib dan lancar,” ujar Kepala SDN Tanahsareal 1 Siti Hasanah kepada Metropolitan, ke­marin.

Pada hari pertama UAS, sambung Siti, seluruh siswa bisa mengikuti dua mata pelajaran yakni PKN

dan Bahasa Indo­nesia dengan lancar. ”Rata-rata mereka mengerjakannya tepat waktu karena sudah menguasai materi pelajaran yang akan mereka hadapi,” katanya.

Selain itu, Siti mengimbau orang tua siswa mengawasi perilaku anak-anaknya selama UAS,

karena saat ini curah hujan di Kota Bogor sedang meningkat tinggi baik pagi hingga malam hari. “Saya minta orang tua biasakan memberi sarapan ke­pada anaknya sebelum berangkat sekolah serta membekali mereka payung dan jas hujan,” tukasnya.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/8AZL/the-origins-of-javanese-in-history

Ajak Orang Tua Dukung PKK

Ajak Orang Tua Dukung PKK

Ajak Orang Tua Dukung PKK

Karena, pendidikan karakter dan agama, sangat membantu siswa siswi agar mengalami,

memperoleh, dan memiliki karakter kuat yang diinginkannya, serta cinta akan ajaran Allah SWT.

”Jadi, salah satu cara untuk menyelamatkan lingkungan, selain akademik

, juga sangat diperlukan penerapan pendidikan karakter,” pungkas Kepala SDN Selakopi, Dadang, dalam menjawab pertanyaan Metropolitan, di sekolahnya, kemarin.

Menurutnya, sejak dini anak anak, khususnya siswa kelas I harus dibekali dengan karakter yang kuat,

supaya sikap sikap positif yang ada dalam dirinya dapat menjadi bagian hidupnya yang mempengaruhi seluruh cara berpikir dan bertindak dalam hidupnya.

”Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah sangat memungkinkan untuk membentuk dan menanamkan sikap atau karakter cinta lingkungan hidup kepada anak anak di sekolah. Sehingga, nantinya mereka akan menjadikan sekolah menjadi rumah kedua bagi dirinya,” harap Dadang.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/pOln/the-story-of-the-prophet-muhammad-saw-received-the-first-revelation

Kejahatan Transaksi Perbankan Elektronik

Kejahatan Transaksi Perbankan Elektronik

Kejahatan Transaksi Perbankan Elektronik

Kurangnya pengamanan proses transaksi keuangan dalam beberapa Bank, menyebabkan beberapa pengguna yang memanfaatkan transaksi perbankan menggunakan elektronik, mengalami kerugian sejumlah materil, karena adanya penipuan, maupun penarikan sejumlah uang dari orang yang tidak berkepentingan. Hal ini sebenarnya memerlukan peningkatan keamanan dari pihak Bank, agar tidak terdapat lubang hitam, yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.

Penipuan Penjualan
Pada kasus ini sering sekali dialami oleh orang-orang yang lebih menyukai belanja barang-barang melalui internet, walaupun tidak jelas siapa penjualnya, akan tetapi sistem ini dianggap lebih efektif, karena mempermudah dalam proses pemilihan, dan waktu. Akan tetapi tidak sedikit orang-orang yang mengalami penipuan dengan tidak terkirimnya barang pesanan, setelah uangnya telah dikirim.
Solusi dari masalah ini, hanyalah ketelitian dan kehati-hatian pembeli dalam memesan barang, dan mengetahui dengan jelas siapa penjualnya.

Penipuan Reward
Banyak sekali orang yang terjerumus dengan kata hadiah atau free. Padahal pemberian hadiah ini sering kali hanyalah sebuah trik yang dilakukan seseorang, untuk mendapatkan keuntung yang lebih besar dari orang-orang yang terperangkap dengan umpan tersebut. Oleh Karena itu, Ketelitian dalam memilih dan menelaah sangat dibutuhkan agar terhindar dari penipuan ini.

Pemalsuan Wajah

Sebenarnya hal ini sudah sering terjadi,tujuannyapun beragam, ada yang hanya sebagai hiburan semata,adapula yang bertujuan untuk menjatuhkan nama baik seseorang, dan ada pula yang bertujuan untuk mencari keuntungan materil dengan memanfaatkan popularitas seseorang.
Salah satu contoh yang sering terjadi adalah kasus-kasus yang dihadapi oleh artis-artis, baik artis nasional maupun internasional. Biasanya pemecahan dari masalah ini adalah pakar telematika yang bertugas untuk memastikan keaslian gambar tersebut.

Baca Juga :

Contoh Kasus Berkaitan dengan Cybercrime

Contoh Kasus Berkaitan dengan Cybercrime

Cybercrime merupakan suatu kegiatan melanggar hukum yang berkaitan dengan kejahatan dimana tindakan kriminal hanya bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi cyber dan terjadi di dunia cyber. Kegiatan ini mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer menjadi alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan, yang termasuk ke dalam kejahatan dunia maya antara lain adalah penipuan lelang secara online, pemalsuan cek, penipuan kartu kredit, confidence fraud, penipuan identitas, pornografi anak, dll.

Berikut ini beberapa contoh kasus yang pernah terjadi berkaitan dengan cybercrime :

Pembajakan Account Facebook

Saya sering sekali mendengar orang-orang disekitar saya mengeluh, karena tidak bisa login facebook miliknya, atupun ketika berhasil login ke dalam facebook, isinya sudah banyak yang berubah. Hal ini memang sering sekali terjadi, dan biasanya modus pelaku hanya untuk belajar menjadi hacker, karena dalam hal ini pelaku merupakan seorang pemula.
Solusi dari masalah ini tidaklah banyak, karena pada dasarnya dibutuhkan kesadaran dari kedua belah pihak, baik dari pihak pelaku yang sadar untuk tidak melanggar privacy seseorang, maupun pihak pemilik yang harus lebih hati-hati dalam menjaga kerahasiaan username dan password, baik dengan secara berkala merubah username dan password, maupun dengan membuat username dan password yang unik.

Kemiripan Nama Domain
Nama Domain suatu perusahaan ternama sering sekali menjadi peluang bisnis dalam hal kejahatan. Bisanya si pelaku memanfaatkan nama tersebut dengan membuat nama domain yang mirip dengan nama domain perusahaan ternama. Pelaku bertujuan untuk mengambil keuntungan sejumlah uang dari orang-orang yang salah mengetik alamat domain tujuan, yang akhirnya masuk kedalam alamat domain pelaku.
Sebenarnya banyak sekali contoh kasus yang pernah terjadi dalam hal ini, akan tetapi salah satu yang pernah menjadi bahan pembicaraan adalah contoh kasus klikbca.com, yang pada akhirnya sebagai solusinya, pihak dari Bank BCA membeli semua domain yang memiliki kemiripan dengan nama domainnya.

Pornografi
Banyak sekali kasus pornografi yang terjadi di dunia maya, baik dalam bentuk photo, video, maupun tulisan-tulisan yang menjurus kearah pornografi. Sebenarnya dalam hal ini penegak hukum mengalami kesulitan dalam menemukan pelaku pornografi dan pengedar photo maupun video pornografi, karena tidak terdapatnya identitas diri yang lengkap. Akan tetapi, hal berbeda terjadi pada kasus asusila ariel dan luna maya, pada kasus yang terjadi pada kedua orang tersebut menjadi kasus yang besar dan dibawa hingga meja hijau dikarenakan, kedua orang tersebut memiliki popularitas yang tinggi, sehingga pihak berwenang dengan mudah dapat menangkap dan mengadili kedua orang tersebut.
Pada dasarnya tujuan dari tindakan pornografi yang terjadi didunia maya beragam, ada yang mencari popularitas, mencari “nafkah”, ada pula hasil dari kecerobohan menyimpan data pribadi. Sebenarnya hal ini dapat dicegah dengan meningkatkan pengamanan dari pihak penegak hukum, dan kesadaran pengguna internet baik dalam hal moral maupun kehati-hatian dalam menyimpan data pribadi.

Penyebaran Virus
Dalam Kasus penyebaran virus, sebenarnya memiliki beragam bentuk, modus, maupun tujuan. Salahsatunya adalah penyebaran virus yang bertujuan untuk mencari popularitas, aksi protes, maupun untuk mengganggu suatu kegiatan yang sedang berjalan. Sebagai contoh adalah munculnya kasus virus yang menyerang gedung MPR/DPR, dimana komputer-komputer yang terdapat di pintu masuk diserang oleh virus dengan tidak berfungsinya sistem dan munculnya sebuah gambar yang mengandung unsur pornografi. Pada masalah ini, bagian atau pihak yang menjadi korban harus membuat pertahan yang lebih kuat, agar masalah tersebut tidak terulang lagi.

keterbatasan UU Telekomunikasi

keterbatasan UU Telekomunikasi

keterbatasan UU Telekomunikasi

 

keterbatasan UU Telekomunikasi dalam mengatur penggunaan Teknologi Informasi

Karena ruang lingkup yang terus berkembang seiring dengan perkembangan yang terjadi, maka Electronic Commerce merupakan salah satu ruang lingkup yang harus dicover oleh cyberlaw. Berikut Persoalan-persoalan/Aspek-aspek hukum terkait :

  • Masalah Perlindungan Konsumen
    Masalah perlindungan konsumen dalam E-Commerce merupakan aspek yang cukup penting untuk diperhatikan, karena beberapa karakteristik khas E-Commerce akan menempatkan pihak konsumen pada posisi yang lemah atau bahkan dirugikan seperti : Perusahaan di Internet (the Internet merchant) tidak memiliki alamat secara fisik di suatu negara tertentu, sehingga hal ini akan menyulitkan konsumen untuk mengembalikan produk yang tidak sesuai dengan pesanan, Konsumen sulit memperoleh jaminan untuk mendapatkan undang-undang perlindungan konsumen masing-masing negara seperti yang dimiliki Indonesia tidak akan cukup membantu, karena E-Commerce beroperasi secara lintas batas (borderless).
    Untuk panduan mengenai keabsahan digital signatures lihat UNCITRAL Model Law on Electronic Commerce Pasal 7. Dalam kaitan ini, perlindungan konsumen harus dilakukan dengan pendekatan internasional mel

Sumber : https://sam-worthington.net/