Archive August 2019

Akuntansi Barang Milik Daerah

Akuntansi Barang Milik Daerah

Akuntansi Barang Milik Daerah

 

Barang adalah

bagian dari kekayaan Daerah yang merupakan satuan tertentu yang dapat dinilai/dihitung/diukur/ditimbang dan dinilai tidak termasuk uang dan surat berharga. Menurut Undang-undang nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, Barang Milik Daerah (BMD) adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBD atau berasal dari perolehan lainnya yang sah.

BMD memiliki jenis dan variasi yang sangat beragam, baik dalam hal tujuan perolehannya maupun masa manfaat yang diharapkan. Oleh karena itu, dalam perlakuan akuntansinya ada BMD yang dikategorikan sebagai aset lancar, aset tetap dan aset lainnya. Pengkategorian BMD ini dilakukan dalam menyajikan nilai BMD dalam neraca pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).
BMD dikategorikan sebagai aset lancar apabila diharapkan segera dipakai atau dimiliki untuk dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan. BMD yang memenuhi kriteria ini diperlakukan sebagai Persediaan.

Sedangkan BMD dikategorikan sebagai aset tetap apabila mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal Pengguna Barang/Kuasa Pengguna Barang, dan diperoleh atau dibangun dengan maksud untuk digunakan. BMD yang memenuhi kriteria tersebut bisa meliputi Tanah; Peralatan dan Mesin; Gedung dan Bangunan; Jalan, Irigasi, dan Jaringan; Aset Tetap Lainnya; serta Konstruksi dalam Pengerjaan

Dalam sistem akuntansi pemerintah Daerah, kebijakan akuntansi BMD mencakup masalah pengakuan, pengukuran, penilaian dan pengungkapan.

Persediaan

Persediaan adalah aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah, dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.

Persediaan merupakan aset berwujud barang atau perlengkapan (supplies) yang digunakan dalam rangka kegiatan operasional pemerintah, bahan atau perlengkapan (supplies) yang digunakan dalam proses produksi, barang dalam proses produksi yang dimaksudkan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat, dan barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat dalam rangka kegiatan pemerintahan.
Persediaan mencakup barang atau perlengkapan yang dibeli dan disimpan untuk digunakan, barang habis pakai seperti alat tulis kantor, barang tak habis pakai seperti komponen peralatan dan pipa, dan barang bekas pakai seperti komponen bekas.

Persediaan dapat meliputi barang konsumsi, amunisi, bahan untuk pemeliharaan, suku cadang, persediaan untuk tujuan strategis/berjaga-jaga, pita cukai dan leges, bahan baku, barang dalam proses/setengah jadi, tanah/bangunan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat, dan hewan dan tanaman untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat.
Persediaan untuk tujuan strategis/berjaga-jaga antara lain berupa cadangan energi (misalnya minyak) atau cadangan pangan (misalnya beras).

1). Pengakuan Persediaan

Persediaan diakui pada saat diterima atau hak kepemilikannya dan/atau kepenguasaannya berpindah. Pada akhir periode akuntansi, persediaan dicatat berdasarkan hasil inventarisasi fisik. Persediaan bahan baku dan perlengkapan yang dimiliki dan akan dipakai dalam pekerjaan pembangunan fisik yang dikerjakan secara swakelola, dimasukkan sebagai perkiraan aset untuk kontruksi dalam pengerjaan, dan tidak dimasukkan sebagai persediaan.

2). Pengukuran

Persediaan disajikan sebesar :

a).      Biaya perolehan apabila diperoleh dengan pembelian. Biaya perolehan persediaan meliputi harga pembelian, biaya pengangkutan, biaya penanganan, dan biaya lainnya yang secara langsung dapat dibebankan pada perolehan persediaan. Potongan harga, rabat, dan lainnya yang serupa mengurangi biaya perolehan. Nilai pembelian yang digunakan adalah biaya perolehan persediaan yang terakhir diperoleh.

b).      Biaya standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri. Biaya standar persediaan meliputi biaya langsung yang terkait dengan persediaan yang diproduksi dan biaya overhead tetap dan variabel yang dialokasikan secara sistematis, yang terjadi dalam proses konversi bahan menjadi persediaan.

c).      Nilai wajar, apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi/ rampasan.

3). Pengungkapan

Persediaan disajikan sebesar nilai moneternya. Selain itu di dalam Catatan Ringkas Barang (CRB) harus diungkapkan pula:

a).        Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengukuran persediaan;

b).        Penjelasan lebih lanjut persediaan seperti barang atau perlengkapan yang digunakan dalam pelayanan masyarakat, barang atau perlengkapan yang digunakan dalam proses produksi, barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat, dan barang yang masih dalam proses produksi yang dimaksudkan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat;

c).        Kondisi persediaan;

d).        Hal-hal lain yang perlu diungkapkan berkaitan dengan persediaan, misalnya persediaan yang diperoleh melalui hibah atau rampasan. Dalam penyusunan laporan keuangan, Persediaan dengan kondisi rusak atau usang tidak dilaporkan dalam Neraca, tetapi diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).

  1. Aset Tetap

1). Tanah

Tanah yang dikelompokkan sebagai aset tetap ialah tanah yang diperoleh dengan maksud untuk dipakai dalam kegiatan operasional pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai.
Tanah yang dimiliki atau dikuasai oleh instansi pemerintah di luar negeri, misalnya tanah yang digunakan Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, hanya diakui bila kepemilikan tersebut berdasarkan isi perjanjian penguasaan dan hukum serta perundang-undangan yang berlaku di negara tempat Perwakilan Republik Indonesia berada bersifat permanen.

  1. a)Pengakuan

Kepemilikan atas Tanah ditunjukkan dengan adanya bukti bahwa telah terjadi perpindahan hak kepemilikan dan/atau penguasaan secara hukum seperti sertifikat tanah. Apabila perolehan tanah belum didukung dengan bukti secara hukum maka tanah tersebut harus diakui pada saat terdapat bukti bahwa penguasaannya telah berpindah, misalnya telah terjadi pembayaran dan penguasaan atas sertifikat tanah atas nama pemilik sebelumnya.

b)Pengukuran

Tanah dinilai dengan biaya perolehan. Biaya perolehan mencakup harga pembelian atau biaya pembebasan tanah, biaya yang dikeluarkan dalam rangka memperoleh hak, biaya pematangan, pengukuran, penimbunan, dan biaya lainnya yang dikeluarkan sampai tanah tersebut siap pakai.

 Nilai tanah juga meliputi nilai bangunan tua yang terletak pada tanah yang dibeli tersebut jika bangunan tua tersebut dimaksudkan untuk dimusnahkan. Apabila penilaian tanah dengan menggunakan biaya perolehan tidak memungkinkan, maka nilai tanah didasarkan pada nilai wajar/ taksiran pada saat perolehan.

c)Pengungkapan

Tanah disajikan sebesar nilai moneternya. Selain itu di dalam Catatan Ringkas Barang (CRB) harus diungkapkan pula:

(1)         Dasar penilaian yang digunakan

(2)         Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode menurut jenis tanah yang menunjukkan :

(a)   Penambahan;

(b)   Pelepasan;

(c)    Mutasi Tanah lainnya.

 

 Gedung dan Bangunan

 Gedung dan bangunan mencakup seluruh gedung dan bangunan yang dibeli atau dibangun dengan maksud untuk dipakai dalam kegiatan operasional pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai. Termasuk dalam kategori Gedung dan Bangunan adalah BMD yang berupa Bangunan Gedung, Monumen, Bangunan Menara, Rambu-rambu, serta Tugu Titik Kontrol.

a).      Pengakuan

Gedung dan Bangunan yang diperoleh bukan dari donasi diakui pada periode akuntansi ketika aset tersebut siap digunakan berdasarkan jumlah belanja modal yang diakui untuk aset tersebut.  Gedung dan Bangunan yang diperoleh dari donasi diakui pada saat Gedung dan Bangunan tersebut diterima dan hak kepemilikannya berpindah. Pengakuan atas Gedung dan Bangunan ditentukan jenis transaksinya meliputi: penambahan, pengembangan, dan pengurangan. Penambahan adalah peningkatan nilai Gedung dan Bangunan yang disebabkan pengadaan baru, diperluas atau diperbesar. Biaya penambahan dikapitalisasi dan ditambahkan pada harga perolehan Gedung dan Bangunan tersebut. Pengembangan adalah peningkatan nilai Gedung dan Bangunan karena peningkatan manfaat yang berakibat pada: durasi masa manfaat, peningkatan efisiensiensi dan penurunan biaya pengoperasian. Pengurangan adalah penurunan nilai Gedung dan Bangunan dikarenakan berkurangnya kuantitas asset tersebut.

b).      Pengukuran

Gedung dan Bangunan dinilai dengan biaya perolehan. Apabila penilaian Gedung dan Bangunan dengan menggunakan biaya perolehan tidak memungkinkan maka nilai aset tetap didasarkan pada nilai wajar/taksiran pada saat perolehan. Biaya perolehan Gedung dan Bangunan yang dibangun dengan cara swakelola meliputi biaya langsung untuk tenaga kerja, bahan baku, dan biaya tidak langsung termasuk biaya perencanaan dan pengawasan, perlengkapan, tenaga listrik, sewa peralatan, dan semua biaya lainnya yang terjadi berkenaan dengan pembangunan aset tetap tersebut.
Jika Gedung dan Bangunan diperoleh melalui kontrak, biaya perolehan meliputi nilai kontrak, biaya perencanaan dan pengawasan, biaya perijinan, serta jasa konsultan.

c).      Pengungkapan
Gedung dan Bangunan disajikan sebesar nilai moneternya. Selain itu di dalam Catatan Ringkas Barang (CRB) diungkapkan pula :

  1. Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai.
  2. Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukkan:
  • Penambahan;
  • Pengembangan; dan
  • Penghapusan;
  1. Kebijakan akuntansi untuk kapitalisasi yang berkaitan dengan Gedung dan Bangunan;

Sumber : https://dogetek.co/

Kementerian Kominfo Gelar Bimtek SKKNI

Kementerian Kominfo Gelar Bimtek SKKNI

Kementerian Kominfo Gelar Bimtek SKKNI

Kementerian Kominfo Gelar Bimtek SKKNI

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Dalam rangka memberikan bekal pengetahuan dan skill di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi generasi muda calon tenaga kerja, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Selasa (25/6/2019) kemarin, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sertifikasi Standarisasi Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Kegiatan yang merupakan kerjasama Kementerian Kominfo dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Teknologi Informasi dan Komunikasi (LSP TIK) ini digelar di Meeting Room Hotel Bayu Hill Takengon selama 5 hari mulai dari tanggal 25 sampai dengan 29 Juni 2019.

Bimbingan teknis yang merupakan implemetasi dari Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 5 Tahun 2012 ini diikuti oleh 60 (enam puluh) orang peserta yang berasal dari Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Para peserta merupakan para lulusan SMK, D1, D2, D3 dan S1 yang sebelumnya telah mendaftar sebagai calon peserta secara online. Dipilihnya kabupaten Aceh Tengah sebagai tempat penyelenggaraan Bimtek ini, karena peserta terbanyak berasal dari dua kabupaten bertetangga yaitu Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Kegiatan bimtek ini dibagi dalam dua sesi yaitu sesi pembelajaran selama 3 hari (25 – 27 Juni 2019) dan sesi ujian sertifikasi selama dua hari (28 – 29 Juni 2019). Kepada peserta yang dinyatakan lulus, akan mendapatkan Sertifikan SKKNI yang merupakan bukti fisik bahwa yang bersangkutan telah meiliki skill di bidan TIK dan siap untuk memasuki lapangan kerja. Seperti kita ketahui, pada era globalisasi teknologi informasi, hampir seluruh lapangan kerja mensyaratkan kemampuan di bidanTIK bagi pelamarnya.

Dibuka oleh Bupati Aceh Tengah

Kegiatan Bimtek Sertifikasi SKNI yang baru pertama kali digelar di provinsi Aceh ini, kemarin secara resmi dibuka oleh Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar dan dihadiri oleh para pimpinan SKPK lingkup Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.

Dalam sambutannya, Bupati Shabela menyampaikan bahwa ditengah berkembangnya teknologi informasi seperti pada saat ini, menuntut kita semua untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Generasi muda sebagai calon tenaga kerja juga harus mempersiapkan diri dengan skill yang memadai di bidang TIK ini, oleh karenanya Shabela sangat mendukung kegiatan bimtek seperti ini.

“Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, harus mampu kita siasati dengan mempersiapkan sumberdaya manusia yang memiliki skill memadai di bidan teknologi informasi dan komunikasi, saya sangat mendukung upaya Kementerian Kominfo yang telah berinisiatif untuk menggelar bimtek sekaligus sertifikasi bagi para generasi milenial di Aceh, dan merupakan sebuah kehormatan bagi kami, kabupaten Aceh Tengah dipilih sebagai tempat penyelenggaraan bimntek ini” ungkap Shabela.

Kepada para peserta

Shabela berharap agar serius mengikuti bimtek ini, karena kegiatan ini memiliki arti penting untuk memberikan bekal pengetahuan bagi generasi muda agar memiliki kesiapan skil untuk memasuki lapangan pekerjaan.

“Ini diklat yang sangat penting bagi adik-adik sekalian, kami berharap semua peserta serius mengikuti seluruh rangkaian kegiatan bimtek ini, karena ini akan menjadi bekal berhjarga bagi kalian untuk memasuki lapangan pekerjaan, kalau kalian memiliki skill yang baikm, tentu peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai akan lebih besar” lanjutnya.

Dalam sesi pembelajaran, bimtek ini menghadirkan nara sumber Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA, Kepala Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika Medan, Drs. Irbar Samekto, M Si, Lembaga Sertifikasi Profesi TIK dan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Aceh Tengah, Khairuddin Yoes, ST, MM. Sementara untuk ujian sertifikasi SKKNI, akan dipandu langsung oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Teknologi Informasi dan Komunikasi (LSP TIK) Jakarta.

Tampil sebagai nara sumber di hari pertama bimtek

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Aceh Tengah menyampaikan materi tentang “Peluang Sumberdaya manusia bersetifikasi TIK dalam mendukung penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)”. Dalam paparannya, Khairuddin Yoes menyebutkan bahwa untuk tenaga-tenaga skill yang memiliki sertifikat TIK sangat dibutuhkan oleh sektor birokrasi dan sektor swasta, karena semua sektor pembangunan kedepan akan berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

 

Artikel terkait :

Menkominfo Rudiantara Jenguk Risma di ICU RSUD Dr Soetomo

Menkominfo Rudiantara Jenguk Risma di ICU RSUD Dr Soetomo

Menkominfo Rudiantara Jenguk Risma di ICU RSUD Dr Soetomo

Menkominfo Rudiantara Jenguk Risma di ICU RSUD Dr Soetomo

SURABAYA

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara, menjenguk Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang masih dirawat di ICU RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Sabtu (29/6/2019).

Ia menyambangi Risma sebelum kemudian bersiap-siap menghadiri resepsi pernikahan anak perempuan Gubernur Jawa Timur, Khofifiah Indar Parawansa.

“Alhamdulillah, senang ketemu dengan bu Risma. Beliau kayaknya aktif banget ya, sudah mau jalan lagi, tapi saya minta istirahat saja dulu,” katanya.

Saking aktifnya, kata Rudiantara

Risma mengajak bicara soal pekerjaan, mulai dari mobil pemadam kebakaran yang baru sampai teknik menyiram tanaman.

“Ngobrolnya tentang kerjaan. Tentang damkar yang baru lah, nyiram tanaman, cari airnya dari dalam tanah lah,” bebernya.

Ia bersyukur kondisi Risma tidak separah hoaks yang menyebar, yang menyebut Risma tidak sadarkan diri dan kritis.

(Kondisi) biasa saja kok, alhamdulillah

Tidak seperti yang viral yang tidak sadarkan dirilah, nggak papa kok,” imbuhnya.

Ia menambahkan, tidak hanya warga Surabaya yang terus mendoakan Risma, tetapi juga masyarakat Indonesia.

“Risma bukan punya warga Surabaya saja. Banyak masyarakat Indonesia yang sayang sama Risma dan mendoakan. Jadi warga Surabaya jangan ge-er,” candanya.

Sumber : https://symbiantweet.com/

Merajai Konten Negatif Internet Indonesia

Merajai Konten Negatif Internet Indonesia

Merajai Konten Negatif Internet Indonesia

Merajai Konten Negatif Internet Indonesia

Di luar hoaks atau informasi bohong

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) masih mewaspadai pornografi yang beredar di dunia maya. Pasalnya, paruh kedua 2018 hingga akhir semester pertama 2019 ini, pornografi merajai konten negatif Indonesia.

Sekretaris Direktorat Jendral Aplikasi Informatika Sadjan M.Si mengatakan, antara Agustus 2018 hingga April 2019 ini, Mesin Pengais Konten Negatif (AIS)) menemukan sebanyak 898.108 konten pornografi. Ini adalah yang tertinggi dari keseluruhan jenis konten negatif.

Sadjan mengatakan itu dalam Seminar Literasi Digital di Obyek Wisata Lorong Blothong Grumbul Jengkonang Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Sabtu (30/6). Kegiatan diikuti perwakilan Karang Taruna se-Kalibagor, pelajar, mahasiswa dan sejumlah komunitas bloger.

Dia mengungkapkan, dari 264 juta lebih penduduk Indonesia, terdapat 171 juta orang yang menggunakan internet. Saat ini, media digital dihujani oleh berita hoaks dan konten negatif, yang dibuat pihak yang dinilai memiliki motif iseng, psikis, ataupun motif ekonomi.

Untuk antisipasi dampak meluas

Kementerian Kominfo RI telah mengaktifkan mesin pelacak hoaks dan konten negatif di internet yang dinamakan AIS mesin pengais konten negatif di ruang Cyber Drone 9 gedung Kominfo,” katanya, dalam keterangan tertulis yang diterima Gatra.com, Minggu malam (30/6).

Dengan AIS ini pula, sejak Agustus 2018 lalu terdeteksi terjadi 162 hoaks terkait pemilu, 3.021 fraud atau kasus penipuan online, 41 hingga 50 perundungan siber, 10.451 terkait radikalisme dan 71.265 konten tentang perjudian.

“Alasan orang mudah percaya hoaks adalah adanya keterbatasan informasi, tingkat popularitas informasi, era keterbukaan dan adanya konfirmasi bias,” katanya.

Kasubdit Pemberdayaan Kapasitas TIK

Aris Kurniawan mengajak peserta seminar untuk meningkatkan kemampuan dan memanfaatkan internet untuk hal-hal yang produktif. Menurut dia, ini bisa dimulai dari kemampuan untuk mencari informasi yang benar, menganalisis informasi yang benar dan menyebarkan informasi yang benar dan memproduksi informasi dan konten internet yang benar dan bermanfaat.

“Kegiatan merupakan salah satu upaya penggalian potensi desa yang dituju untuk di promosikan baik melalui konten blog, media sosial, Youtube dan sebagainya,” kata Aris.

Sementara, ketua panitia seminar

Sumanto, mengemukakan bahwa kegiatan dikemas dengan nama “Juguran Bloger Indonesia” ini merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh Bloger Indonesia. Tahun 2019 ini, Desa Kalibagor menjadi tuan rumah.

Dia menjelaskan, seminar bertujuan agar masyarakat memiliki pengetahuan dan kecakapan dalam menggunakan media digital, alat-alat komunikasi atau jaringan untuk menemukan dan mengevaluasi informasi, secara bijak, cerdas, sehat, dan tidak melanggar hukum.

“Juguran bloger ini dihadiri 20 bloger dari berbagai daerah di Indonesia dengan kegiatan melukis payung Kalibagor,” kata Sumanto.

Selain para bloger, kegiatan itu juga dihadiri komunitas Kancamas Banyumas, Pelajar SMKN 1 Kalibagor, Politeknik Kalibagor, dan seluruh pengurus wisata Lorong Blothong Desa Kalibagor. Hadir pula Kepala Desa Kalibagor dan Camat Kalibagor.

 

Sumber : https://thesrirachacookbook.com/

Menemukan Masjid yang Nyaman di Tokyo

Menemukan Masjid yang Nyaman di Tokyo

Menemukan Masjid yang Nyaman di Tokyo

Menemukan Masjid yang Nyaman di Tokyo

Tokyo merupakan kota favorit traveler dunia

termasuk dari Indonesia. Bagi kamu yang Muslim, tenang, ada tempat salat yang nyaman di sana.

Siapa yang tidak kenal dengan Ikebukoro sebagai salah satu daerah yang sangat populer bagi para wisatawan mancanegara. Distrik Ikebukoro sebagai bagian dari Kota Toshima yang menjadi salah satu wilayah di Tokyo Metropolis.

Bagi wisatawan Muslim yang sedang berkunjung ke sana

maka tidak perlu khawatir untuk mencari masjid. Keberadaan masjid di negara yang mayoritas warganya bukan penganut ajaran Islam, tentu adanya sebuah masjid di Ikebukoro ini menjadi nilai positif bagi wisatawan Muslim yang ingin tetap melaksanakan salat secara berjamaah seperti di kampung halamannya sendiri.

Salah satu masjid yang cukup representatif dan nyaman untuk melaksanakan ibadah berjamaah adalah Masjid Otsuka. Masjid Otsuka adalah satu dari lima masjid yang berada di Tokyo.

Letak Masjid Otsuka tidak jauh dari pusat perbelanjaan dan hiburan yang terkenal Sunshine City Alpa yang memiliki gedung tertinggi Sunshine 60 Building, Sunshine Aquarium, Sunshine Prime Hotel, terminal bis Ikebukoro Sunshine, dan lainnya.

Waktu tempuh ke masjid yang beralamat di 3-42-7 Minamiotsuka dari tempat kami

menginap di Sunshine Prince Hotel di Higashiikebukuro sekitar sebelas menit atau jarak kurang dari satu kilometer dengan berjalan kaki melewati kantor pos, kantor pemadam kebakaran, komplek lapangan olahraga atletik, sekolah dasar Kota Toshima dan stasiun kereta Mukohara.

Bangunan Masjid Otsuka terbilang mungil seperti rumah toko terdiri dari beberapa lantai. Masjid Otsuka dikelola oleh Japan Islamic Trust dan dibuka pada 4 Februari 2000. Selain digunakan untuk melaksanakan ibadah salat, masjid ini menyediakan pelayanan perpustakaan yang berada di pinggir dinding ruangan sholat.

Menariknya buku yang tersedia pada sudut dinding di bagian tempat salat, terdapat buku agama Islam dari terbitan Indonesia. Mungkin buku tersebut dibawa warga Indonesia yang berkunjung ke masjid tersebut. Selamat berkunjung ke Masjid Otsuka dan selamat berlibur.


Baca Artikel Lainnya:

Lindswell Kwok Ungkap Alasan Berhijab Syar’i Setelah Menikah

Lindswell Kwok Ungkap Alasan Berhijab Syar'i Setelah Menikah

Lindswell Kwok Ungkap Alasan Berhijab Syar’i Setelah Menikah

Lindswell Kwok Ungkap Alasan Berhijab Syar'i Setelah Menikah

Ratu Wushu Indonesia

Lindswell Kwok mencuri perhatian saat tampil berhijab pertama kali di rumah Menpora Imam Nahrawi beberapa bulan lalu. Rupanya kala itu, ia telah resmi dipersunting sahabat sesama atlet, Achmad Hulaefi.

Wanita berdarah Medan itu juga telah mempelajari Islam sejak tahun 2015. Saat masih menyembunyikan identitas agamanya, Lindswell sudah sering belajar memakai hijab.

Setelah menikah

ia mantap untuk menutup aurat sesuai syariat. Meski terlihat ‘tiba-tiba’ memakai hijab syar’i, rupanya Lindswell telah melewati proses panjang.

Lindswell merasa lebih nyaman memakai hijab. Alasan utamanya, karena ia merasa lebih aman dan terlindungi. Menurut Lindswell, para pria di luar sana lebih menghormati wanita berhijab.

Pengalaman aku jadi atlet tuh

orang-orang nggak ngerti cara membatasi diri dengan wanita. Kadang kita nggak terlalu nyaman, nggak semua orang mau disentuh, dirangkul. Waktu itu aku belum berhijab, dulu aku udah bilang ‘maaf mas’ tapi tetep aja masih mau ngerangkul. Buat aku tuh nggak nyaman. Setelah berhijab, nggak usah disuruh juga udah ngerti,” ungkap Lindswell Kwok kepada Wolipop, di kawasan Tangerang, Jumat (10/5/2019).

Suami Lindswell, Achmad Hulaefi berperan penting dalam proses hijrahnya. Tak terkecuali dalam pemilihan gaya hijabnya menjadi lebih syar’i.

“Dulu aku suka pakai hijab segi empat yang pendek, karena gampang beraktivitas. Tapi suami tuh bisa banget, kalau aku pakai hijab pendek tuh dikatain. ‘Ih kamu kaya ibu-ibu,’ mau sebagus apapun yang dipakai terus aja dikatain. Lama-lama cape kan dikatain terus,” kenang Lindswell Kwok.

Akhirnya, Lindswell pun mencoba memakai hijab syar’i dan gamis. Itu pun, awalnya sang suami yang membelikan Lindswell agar sang istri bisa mencobanya.

“Ternyata nyaman, lebih ringkes, khususnya untuk salat. Apalagi kalau lagi mau salat di mall, kan suka rebutan mukena. Jadinya kan ribet. Akhirnya aku bilang sama suami, aku mau pakai hijab syar’i aja biar lebih tenang salatnya,” kenang Lindswell.

Kini, Lindswell juga merintis busana muslim syar’i bernama Kianne. Melalui Kianne, ia menunjukkan selera berbusana yang sopan, anggun, simple, tapi tetap cantik.


Sumber:

https://www.modelbajumuslimbatik.com/

Pengertian Ekonometrika Menurut Para Ahli

Pengertian Ekonometrika Menurut Para Ahli

Pengertian Ekonometrika Menurut Para Ahli

Pengertian Ekonometrika Menurut Para Ahli

Pengertian Ekonometrika Menurut J Scumpeter

adalah aplikasi dari metode spesifik dalam ilmu ekonomi (di segala bidang) yang berusaha untuk memperoleh hasil dalam rangka (numerical result) dan membuktikan (verification) teori-teori ekonomi.

Menurut Jan Tinbergen

Pengertian Ekonometrika ialah sebagai pengamatan statistik terhadap konsep-konsep yang dihasilkan secara teoritis atau dapat dikatakan sebagai ilmu ekonomi matematik yang bekerja dengan data kuantitatif.

P.A. Samuelson dan T.C. Koopmans mengemukakan

Pengertian Ekonometrika merupakan analisis kuantitatif dari fenomena-fenomena ekonomi yang sebenarnya (aktual) yang didasarkan pada pengembangan yang bersamaan antara teori dengan pengamatan, yang dihubungkan dengan metode inferensi yang sesuai.
Pengertian Ekonometrika menurut Arthur S. Goldberger yaitu sebagi ilmu sosial dimana alat-alat teori ekonomi, statistik dan matematika inferensi diterapkan untuk menganalisis fenomena-fenomena ekonomi.

Menurut Gerhard Tintner, Pengertian Ekonometrika

adalah hasil dari suatu pandangan khusus atas peranan ilmu ekonomi, yang terdiri atas penerapan statistik matematik atas data ekonomi untuk memberikan dukungan empiris terhadap model-model yang disusun dengan ilmu ekonomi matematis dan untuk memperoleh hasil dalam angka.

Pendapat C.E.V. Leser mengenai

Pengertian Ekonometrika ialah disiplin ilmu yang berusaha membuat hubungan kuantitatif diantara variabel-variabel ekonomi dengan bantuan metode statistik.

Pengertian Ekonometrika Menurut pandangan Michael D. Intriligator

merupakan cabang ilmu ekonomi yang berkaitan dengan penaksiran (estimation) empiris dari hubungan-hubungan ekonomi.
Dari pengertian ekonometrika menurut para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa Pengertian Ekonometrika adalah suatu bidang ilmu yang merupakan perpaduan atau kombinasi dari ilmu ekonomi (economic theory), matematika ekonomi (mathematical economics) dan statistik (statistics) untuk menganalisis teori ekonomi secara kuantitatif berdasarkan data empiris.

Pengertian Efektivitas dan Sumbernya

Ukuran Efektivitas

Pengertian Efektivitas dan Sumbernya

Ukuran Efektivitas

Efektivitas merupakan suatu ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh target dapat dicapai. Pengertian efektivitas ini lebih berorientasi kepada keluaran sedangkan masalah penggunaan masukan kurang menjadi perhatian utama. Apabila efisiensi dikaitkan dengan efektivitas maka walaupun terjadi peningkatan efektivitas belum tentu efisiensi meningkat”. (Sedarmayanti, 2009: 59).

  1. Menurut Supriyono (2000: 29), efektivitas merupakan hubungan antara keluaran suatu pusat tanggung jawab dengan sasaran yang mesti dicapai, semakin besar kontribusi daripada keluaran yang dihasilkan terhadap nilai pencapaian sasaran tersebut, maka dapat dikatakan efektif pula unit tersebut.
  2. Menurut Yamit dalam bukunya Manajemen Produksi dan Operasi, efektivitas merupakan suatu ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh tujuan tercapai, baik secara kualitas maupun waktu, orientasinya pada keluaran yang dihasilkan” (Yamit, 2003:14).
  3. “Efektivitas artinya informasi harus sesuai dengan kebutuhan pemakai dalam mendukung suatu proses bisnis, termasuk di dalamnya informasi tersebut harus disajikan dalam waktu yang tepat, format yang tepat sehingga dapat dipahami, konsisten dengan format sebelumnya, isinya sesuai dengan kebutuhan saat ini dan lengkap atau sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan” (Mc Leod dalam Susanto, 2007:41).

Artikel terkait :

Definisi Ukuran Efektivitas Dan Penjabarannya

Ukuran Efektivitas

Definisi Ukuran Efektivitas Dan Penjabarannya

Ukuran Efektivitas

Definisi Efektivitas

Efektivitas juga merupakan pengukuran dalam arti tercapainya sasaran atau tujuan yang telah ditentukan sebelumnya merupakan sebuah pengukuran dimana suatu target telah tercapai sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Adapun ukuran efektivitas untuk suatu organisasi atau lembaga dapat dilihat dari beberapa kriteria berikut ini :

  1. Input
  2. Proses produksi
  3. Hasil (output)
  4. Produktivitas

(Sedarmayanti, 2009:60).

Input 

Input adalah segala sesuatu yang masuk kedalam sistem (Susanto, 2007). Input dapat diartikan sebagai dasar dari sesuatu yang akan diwujudkan atau dilaksanakan berdasarkan apa yang direncanakan yang berpengaruh pada hasil. Input yang ada dapat dilihat dari fasilitas fisik (sarana dan prasarana) yang dibutuhkan oleh instansi terkait seperti ruang server, material (bahan baku) berupa data-data yang diperlukan yang nantinya akan diolah menjadi sebuah informasi. Modal adalah faktor yang penting sebab tanpa modal sebuah program tidak akan terlaksana dengan baik. peralatan dinilai sangat penting karena untuk memenuhi kebutuhan instansi terutama dalam memberikan informasi pelayanan perijinan.

Proses produksi dapat dilihat dari adanya komunikasi sebagai suatu proses yang memfokuskan pada interaksi antara pemerintah dan masyarakat. Pengambilan keputusan merupakan salah satu proses produksi dalam memberikan informasi. Pengambilan keputusan merupakan pemilihan sasaran yang tepat dan mengidentifikasikan cara untuk mencapai tujuan.

Hasil (output) 

Hasil (output) adalah komponen sistem yang berupa berbagai macam bentuk keluaran yang dihasilkan oleh komponen pengolahan. Hasil berupa kuantitas atau bentuk fisik dari kerja kelompok atau organisasi. Hasil yang dimaksud dapat dilihat dari perbandingan antara masukan (input) dan keluaran (output), hasil dapat dilihat dari produk yang dihasilkan dan jasa yang dihasilkan berupa pelayanan prima yang diberikan oleh instansi terkait.

Produktivitas adalah suatu ukuran atas penggunaan sumber daya dalam suatu organisasi yang biasanya dinyatakan sebagai rasio dari keluaran yang dicapai dengan sumber daya yang digunakan (dalam Sedarmayanti, 2009: 58). Produktivitas dapat dilihat dari pendidikan dianggap penting karena untuk membentuk dan mengembangkan sumber daya manusia dalam hal ini diperlukan suatu motivasi sebagai pendorong aktivitas untuk mencapai kebutuhan masyarakat dan dibutuhkan teknologi dan sarana produksi yang tepat dan maju sehingga dapat meningkatkan produktivitas.

Menurut Sharma (Tangkilisan, 2005: 64) memberikan kriteria atau ukuran efektivitas organisasi yang menyangkut faktor internal organisasi dan faktor eksternal organisasi antara lain:

  1. Produktivitas organisasi atau output.
  2. Efektivitas organisasi dalam bentuk keberhasilannya menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan di dalam dan di luar organisasi.
  3. Tidak adanya ketegangan di dalam organisasi atau hambatan-hambatan konflik diantara bagian-bagian organisasi

Cara terbaik didalam meneliti efektivitas ini ialah dengan cara memperhatikan secara serempak atau bersamaan tiga buah konsep yang saling berhubungan, diantaranya adalah : (1). Paham mengenai optimisme tujuan, (2). Persfektif sistematika, dan (3). Tekanan pada sistem perilaku manusia dalam susunan organisasi.

Sumber  : https://ngelag.com/

Pengertian Pemimpin dan Ciri-cirinya

Pengertian Pemimpin dan Ciri-cirinya

Pengertian Pemimpin dan Ciri-cirinya

Pengertian Pemimpin dan Ciri-cirinya

 

Seorang pemimpinlah

Seorang pemimpinlah yang bertanggung jawab atas kegagalan suatu pekerjaan, merupakan suatu ungkapan yang mendudukan posisi pemimpin dalam suatu organisasi pada posisi yang terpenting dan akan selalu mempertanggung jawabkan kepemimpinannya (Miftah Thoha, 2003:1)

Menurut Siagian

Menurut Siagian (2003:32) dalam buku filsafat administrasi edisi revisi cetakan ke-18, tugas terpenting dan terutama dari seorang pemimpin ialah untuk memimpin orang, memimpin pelaksanaan pekerjaan, dan memanfaatkan sumber-sumber materil secara maksimal.Untuk melaksanakan tugas itu dengan baik, seorang pemimpin harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Memiliki kondisi fisik yang sehat sesuai dengan tugasnya. Tugas kepemimpinan tertentu menuntut sifat kesehatan tertentu pula.
  2. Berpengalaman luas. Berpengalaman luas tidak selalu dapat diidentikkan dengan berpendidikan tinggi. Ada sekelompok orang yang yang meskipun pendidikan tinggi, pandangannya masih sempit, yaitu terbatas kepada bidang keahliannya saja. Sebaliknya orang yang tidak berpendidikan tinggi, akan tetapi karena pengalamannya dan kemauan keras untuk self development memiliki pengetahuan yang luas tentang banyak hal.
  3. Mempunyai keyakinan bahwa organisasi akan berhasil mencapai tujuan yang telah ditentukan melalui dan berkat kepemimpinannya.
  4. Mengetahui dengan jelas sifat hakiki dan kompleksitas dari tujuan yang hendak dicapai.
  5. Memiliki stamina (daya kerja) dan antusiasme yang besar.
  6. Gemar dan cepat mengambil kesimpulan.
  7. Objektif dalam arti dapat menguasai emosi dan lebih banyak mempergunakan rasio.
  8. Adil dalam memperlakukan bawahan.
  9. Menguasai prinsip-prinsip human relations. Seorang pemimpin yang baik harus dapat memusatkan perhatian, tindakan, dan kebijaksanaannya, kepada pembinaan teamworkyang intim dan harmonis. Hal ini berarti kemampuan utnuk membedakan manusia dengan alat-alat produksi lainnya.
  10. Menguasai teknik-teknik berkomunikasi
  11. Dapat dan mampu bertindak sebagai penasihat, guru, dan kepala terhadap bawahannya tergantung atas situasi dan masalah yang dihadapi.
  12. Mempunyai gambaran yang menyeluruh tentang semua aspek kegiatan organisasi.

Harus ditambahkan bahwa tidak ada seorang manusia

Harus ditambahkan bahwa tidak ada seorang manusia pun yang serta-merta memiliki semua ciri-ciri tersebut di atas. Karena itu sangat penting bagi seorang pemimpin untuk menganalisis diri sendiri untuk melihat cir-ciri kepemimpinan apa yang telah dimilikinya dan ciri-ciri apa yang masih perlu dikembangkannya melalui pendidikan, baik pendidikan yang bersifat format maupun bersifat informal.

Sumber : https://www.ram.co.id/