Archive August 2019

Ini Dia Pemenang Lomba Karate dalam Gebyar Olahraga SMK Se-Kota Bandung Tahun 2019

Ini Dia Pemenang Lomba Karate dalam Gebyar Olahraga SMK Se-Kota Bandung Tahun 2019

Ini Dia Pemenang Lomba Karate dalam Gebyar Olahraga SMK Se-Kota Bandung Tahun 2019

Dalam lanjutan Gebyar Olahraga SMK se-Kota Bandung tahun 2019,

Cabang Olahraga Karate telah mendapatkan pemenang. Berlangsung di Aula SMKN 3 Bandung, Senin, (18/2/2019), sebanyak 24 siswa berhasil meraih podium dalam enam nomor yang berbeda.

Dalam Karate nomor pertandingan kata perorangan putra, Putra Umar (SMKN 11 Bandung) berhasil menjadi jawara. Sedangkan peringkat dua ditempati oleh Muhammad Zalsa Araffi (SMKN 12 Bandung). Sementara itu, Wira Kusumah (SMKN 15 Bandung) dan Agit Rasya (SMK Cipta Skill) berhasil meraih peringkat kegita.

Di nomor kata perorangan putri, SMKN 11 Bandung kembali meraih medali emas

, kali ini melalui Nabila Sabriyanti. Kemudian medali perak berhasil diraih oleh Erycha Octavia (SMKN 13 Bandung). Sedangkan Regita Frida (SMK Puragabaya) dan Zakia Aulia (SMKN 15 Bandung) harus puas berbagi medali perunggu.

Selanjutnya, di nomor kumite -61 kg putra dimenangi oleh Dominikus (SMKN 9 Bandung). Sementara Riksa Paradila (SMKN 4 Bandung) meraih peringkat dua, Arya Putra (SMKN 6 Bandung) dan Farhan (SMK Prakarya Internasional) meraih peringkat tiga.

Sedangkan di nomor kumite +61 kg putra, Patwa Nugraha (SMKN 4 Bandung)

berhasil meraih medali emas, disusul oleh Mulya Andhika KD (SMKN 6 Bandung) yang meraih medali perak dan Yohanes Hadi Prabowo (SMK Medikacom) dan Robi Alwi (SMKN 6 Bandung) yang mendapatkan medali perunggu.

Kemudian di nomor kumite -53 putri, Shelly (SMK Profita) sukses menjadi juara pertama. Diikuti oleh Shaffa Alifia (SMKN 15 Bandung) di posisi ke dua dan Kayla (SMKN 13 Bandung) serta Devitri (SMK Profita) yang masing-masing di peringkat ke tiga.

Terakhir, di nomor kumite +53 kg putri, Sagita Siami (SMKN 12 Bandung) sukses mengunci peringkat pertama. Sedangkan Tanti (SMK profita) berhasil meraih peringkat kedua, diikuti oloeh Tera Agustin (SMKN 9 Bandung) dan Puti Riska (SMKN 11 Bandung) yang harus puas meraih peringkat 3.

Dalam pelaksanannya, sebanyak 1.986 siswa SMK se-Kota Bandung mengikuti Gebyar Olahraga yang diinisiasi oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (MGMP PJOK) SMK Kota Bandung.

Kegiatan ini melombakan 8 cabang olahraga yang diikuti oleh 78 SMK. Kegiatan ini berlangsung pada 18-24 Februari 2019 dan dilaksanakan di beberapa tempat.***

 

Baca Juga :

SMK Angkasa 2 Perketat Penerimaan Siswa Baru 2019

SMK Angkasa 2 Perketat Penerimaan Siswa Baru 2019

SMK Angkasa 2 Perketat Penerimaan Siswa Baru 2019

SMK Angkasa 2 Lanud Sulaiman memperketat seleksi penerimaan siswa baru

pada tahun 2019 dengan merekrut siswa berprestasi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam proses kegiatan belajar dan mengajar.

Kepala SMK Angkasa 2 Lanud Sulaiman, Sutrisno mengatakan bahwa saat ini SMK tidak bisa sembarang menerima siswa hanya untuk memenuhi kouta saja. “Harus ada seleksi yang diperketat untuk mendapatkan calon peserta didik berkualitas,” katanya saat dilansir dari Pikiran Rakyat.com, Minggu (17/2/2019).

Lebih lanjut, Kepsek SMK Angkasa 2 menyebutkan pihak sekolah

akan menerima calon siswa baru pada Februari serta bertujuan untuk mengikuti seleksi akademik dan psikotest. Seleksi yang akan diikuti oleh calon siswa akan dilakukan beberapa kali hingga batas kouta yang sudah terpenuhi.

Selain itu, SMK Angkasa 2 Lanud Sulaiman juga turut mengegelar ‘Pentas Angkasa 2 Berbakat’. Kegiatan tersebut menampilkan beragam pengenalan ekstrakurikuler dan prestasi yang sudah di raih.

Komandan Lanud Sulaiman, Benedictus Benny menyampaikan Lembaga

pendidikan merupakan kawah candradimuka dalam mendidik anak-anak masa depan bangsadan ikut berpartisipasi dalam upaya mencerdaskan bangsa. ” Sata bangga dengan adanyasekolah di lingkungan Lanud Sulaiman yang terdiri dari SD, SLB, SMP, SMA/SMK, sampai perguruan tinggi,” ucapnya.***

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

Wagub Jabar: Manfaatkan Waktu dengan Kegiatan Positif

Wagub Jabar: Manfaatkan Waktu dengan Kegiatan Positif

Wagub Jabar Manfaatkan Waktu dengan Kegiatan Positif

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengimbau kepada siswa Jawa Barat

agar tidak merayakan Hari Valentine. Wagub mengajak siswa untuk memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif, salah satunya seperti inisiatif SMAN 4 Bandung yang meyelenggarakan Festival Ghifari.

“Jadi, daripada merayakan hari tersebut, di sekolah ini diisi dengan festival keagamaan, jadi anak-anak disibukan dengan kegiatan positif,” ucap Wagub dalam sambutannya pada acara Festival Ghifari di SMAN 4 Bandung, Jalan Gardujati nomor 20, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Kamis, (14/2/2019). Dalam kesempatan tersebut, Wagub juga meresmikan Perpustakaan Audibook dan Digital (PADI) milik SMAN 4 Bandung.

Wagub pun mengaperesiasi SMAN 4 Bandung karena miliki nuansa relijius

yang ia temukan melalui para siswa. Ia pun mendaulat sekolah tersebut sebagai sekolah percontohan untuk pendidikan karakter. “Nuansa di sini sangat relijius. Para siswa pun khidmat saat mendengarkan ceramah, mencatat materi dan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Saya sangat bangga ,” paparnya.

Selain itu, Wagub pun berpersan agar siswa mampu meningkatkan akhlaq mereka disamping mempelajari ilmu yang bersifat kognitif. “Pendidikan akhlaq yang bersumber pada ketaqwaan adalah yang nomor satu. Pendidikan ukhrawi ini sifatnya wajib untuk setiap orang yang beriman,” tambahnya.

Kepala SMAN 4 Bandung, Andang Segara mengatakan, festival tersebut

merupakan upaya sekolah untuk meningkatkan kegiatan positif, khususnya di bidang keagamaan. Dia pun menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan guna menghindari siswa untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti melakukan perayaan hari Valentine.

“Bahasa sunda nya, kita itu ngabebenjokeun, menghindarkan anak-anak dari hal yang negatif. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari pembelajaran dan termasuk dalam pendidikan karakter siswa,” pungkasnya.***

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Mau tahu kapan matahari terbit atau terbenam di suatu wilayah? Google memiliki sebuah cara sederhana untuk melakukan itu.

Saat mengunjungi suatu wilayah, ada kalanya kita perlu tahu kapan waktu matahari terbit dan terbenam di tempat itu. Kegunaannya cukup banyak, misalnya untuk memperkirakan kapan waktu Subuh berakhir dan Maghrib dimulai bagi pemeluk agama Islam.

Fungsi lainnya, ini akan berguna sekali bagi mereka yang mau melakukan sesi pemotretan. Mengetahui kapan waktu matahari tenggelam untuk dijadikan latar akan sangat membantu dalam membuat rencana pergi ke lokasi.

Nah, lewat Google, hal itu bisa dilakukan dengan langkah mudah berikut ini:

  1. Buka Google.com
  2. Ketikkan “sunrise [nama kota]” (tanpa tanda kutip, ganti [nama kota] dengan kota yang diinginkan). Contohnya: “Sunrise Jakarta” akan memunculkan informasi waktu 5:49 pm ditambah keterangan ‘6 hours 58 minutes from now‘ di bawahnya
  3. Untuk waktu matahari terbenam, ganti “sunrise” dengan “sunset”

Baca Juga :

Teori-teori etika

Teori-teori etika

Teori-teori etika

  1. Utilitarianisme

Utilitarianisme menyatakan bahwa suatu tindakan diangap baik bila tindakan ini meningkatkan derajat manusia. Penekanan dalam utilitarianisme bukan pada memaksimalkan derajat pribadi, tetapi memaksimalkan derajat masyarakat secara keseluruhan. Dalam implementasinya sangat tergantung pada pengetahuan kita akan hal mana yang dapat memberikan kebaikan terbesar. Seringkali, kita tidak mungkin benar-benar mengetahui konsekuensi tindakan kita sehingga ada resiko bahwa perkiraan terbaik bisa saja salah.

  1. Analisis Biaya-Keuntungan (Cost-Benefit Analysis)

Pada dasarnya, tipe analisis ini hanyalah satu penerapan utilitarianisme. Dalam analisis biaya-keuntungan, biaya suatu proyek dinilai, demikian juga keuntungannya. Hanya proyek-proyek yang perbandingan keuntungan terhadap biayanya paling tinggi saja yang akan diwujudkan. Bila dilihat dari teorinya, sangatlah mudah untuk menghitung biaya dan keuntungan, namun dalam penerapannya bukan hanya hal-hal yang bersifat materi saja yang perlu diperhitungkan melainkan hal-hal lahir juga perlu diperhatikan dalam mengambil keputusan.

  1. Etika Kewajiban dan Etika Hak

Etika kewajiban (duty ethics) menyatakan bahwa ada tugas-tugas yang harus dilakukan tanpa mempedulikan apakah tindakan ini adalah tindakan terbaik. Sedangkan, etika hak (right-ethics) menekankan bahwa kita semua mempunyai hak moral, dan semua tindakan yang melanggar hak ini tidak dapat diterima secara etika.

Etika kewajiban dan etika hak sebenarnya hanyalah dua sisi yang berbeda dari satu mata uang yang sama. Kedua teori ini mencapai akhir yang sama; individu harus dihormati, dan tindakan dianggap etis bila tindakan itu mempertahankan rasa hormat kita kepada orang lain. Kelemahan dari teori ini adalah terlalu bersifat individu, hak dan kewajiban bersifat individu. Dalam penerapannya sering terjadi bentrok antara hak seseorang dengan orang lain.

  1. Etika Moralitas

Pada dasarnya, etika moralitas berwacana untuk menentukan kita sebaiknya menjadi orang seperti apa. Dalam etika moralitas, suatu tindakan dianggap benar jika tindakan itu mendukung perilaku karakter yang baik (bermoral) dan dianggap salah jika tindakan itu mendukung perilaku karakter yang buruk (tidak bermoral). Etika moral lebih bersifat pribadi, namum moral pribadi akan berkaitan erat dengan moral bisnis. Jika perilaku seseorang dalam kehidupan pribadinya bermoral, maka perilakunya dalam kehidupan bisnis juga akan bermoral.

Sumber : https://merkbagus.id/

KONSEP ETIKA PROFESI AKUNTAN

KONSEP ETIKA PROFESI AKUNTAN

KONSEP ETIKA PROFESI AKUNTAN

Timbul dan berkembangnya profesi akuntan publik di suatu negara adalah sejalan dengan berkembangnya perusahaan dan berbagai bentuk badan hukum perusahaan di negara tersebut. Jika perusahaan-perusahaan di suatu negara berkembang sedemikian rupa sehingga tidak hanya memerlukan modal dari pemiliknya, namun mulai memerlukan modal dari kreditur, dan jika timbul berbagai perusahaan berbentuk badan hukum perseroan terbatas yang modalnya berasal dari masyarakat, jasa akuntan publik mulai diperlukan dan berkembang. Dari profesi akuntan publik inilah masyarakat kreditur dan investor mengharapkan penilaian yang bebas tidak memihak terhadap informasi yang disajikan dalam laporan keuangan oleh manajemen perusahaan.

Profesi akuntan publik menghasilkan berbagai jasa bagi masyarakat, yaitu jasa assurance, jasa atestasi, dan jasa nonassurance. Jasa assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan mutu informasi bagi pengambil keputusan. Jasa atestasi terdiri dari audit, pemeriksaan (examination), review, dan prosedur yang disepakati (agreed upon procedure). Jasa atestasi adalah suatu pernyataan pendapat, pertimbangan orang yang independen dan kompeten tentang apakah asersi suatu entitas sesuai dalam semua hal yang material, dengan kriteria yang telah ditetapkan. Jasa nonassurance adalah jasa yang dihasilkan oleh akuntan publik yang di dalamnya ia tidak memberikan suatu pendapat, keyakinan negatif, ringkasan temuan, atau bentuk lain keyakinan. Contoh jasa nonassurance yang dihasilkan oleh profesi akuntan publik adalah jasa kompilasi, jasa perpajakan, jasa konsultasi.

Profesi akuntan publik bertanggung jawab untuk menaikkan tingkat keandalan laporan keuangan perusahaan-perusahaan, sehingga masyarakat keuangan memperoleh informasi keuangan yang andal sebagai dasar untuk memutuskan alokasi sumber-sumber ekonomi.

Pengertian Etika

Terminologi etika berasal dari bahasa Yunani “ethos”. Artinya: “custom” atau kebiasaan yang berkaitan dengan tindakan atau tingkah laku manusia. Etika berbeda dengan etiket. Jika etika berkaitan dengan moral, etiket hanya bersentuhan dengan urusan sopan santun. Belajar etiket berarti belajar bagaimana bertindak dalam cara-cara yang sopan; sebaliknya belajar etika berarti belajar bagaimana bertindak baik.( Fr. Yohanes Agus Setyono CM)
Kata etiket berasal dari kata Perancis etiquette yang diturunkan dari kata Perancis estiquette (= label tiket ; estiqu [ I ] er = melekat). Etiket didefinisikan sebagai cara-cara yang diterima dalam suatu masyarakat atau kebiasaan sopan-santun yang disepakati dalam lingkungan pergaulan antar manusia. Etiket yang menyangkut tata cara kenegaraan disebut protokol (protocol [ Prancis ] ; protocollum [Latin ]). Etiket antara lain menyangkut cara berbicara, berpakaian, makan, menonton, berjalan, melayat, menelpon dan menerima telepon, bertamu, dan berkenalan.( Mintarsih Adimihardja)
Konsep-konsep dasar etika antara lain adalah (Bertens, 2002): (i) ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia serta azas-azas akhlak (moral) serta kesusilaan hati seseorang untuk berbuat baik dan juga untuk menentukan kebenaran atau kesalahan dan tingkah Laku seseorang terhadap orang lain.

Menurut Kamus Besar Bhs. Indonesia (1995) Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral

Menurut Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi”

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/

SMA Muh PK Kottabarat Kenalkan Iklim Perkuliahan Melalui Program ‘Sit in University’

SMA Muh PK Kottabarat Kenalkan Iklim Perkuliahan Melalui Program ‘Sit in University’

SMA Muh PK Kottabarat Kenalkan Iklim Perkuliahan Melalui Program ‘Sit in University’

Solo-Sebanyak 45 siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta

dilepas Kepala Sekolah untuk menjalankan program Sit in University. Pelepasan yang dilakukan di sekolah, Sabtu 10 Maret 2018 kepada siswa-siswi nya yang akan belajar orientasi Perguruan Tinggi selama sepekan.

Dalam acara pelepasan tersebut, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Hendro Susilo mengingatkan kepada siswa-siswi yang akan melaksanakan program Sit In University agar memanfaatkan momentum program ini untuk orientasi pengembangan diri dan mempersiapkan diri lebih awal sebelum memasuki dunia perkuliahan.
Baca Juga : HUT ke-74 RI, Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Lomba Mirip Bung Karno

Kegiatan tersebut berlangsung tanggal 12 – 16 Maret 2018. Adapun tujuan dari pelaksanaan

kegiatan ini diharapkan siswa akan memperoleh pengalaman mengikuti perkuliahan di jurusan atau fakultas yang diinginkan.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua Program Sit in University, Khotimah Nurul Aini, bahwa program ini dirancang sebagai wahana bagi siswa untuk mengenal iklim kehidupan di Universitas (Kampus), baik iklim akademis maupun iklim interaksi sosial di dalamnya. Siswa yang akan terjun dalam program ini, selama sepekan mulai tanggal 12-16 Maret akan melakukan riset dan mencari data-data tentang perkuliahan yang akan siswa tuju kedepannya.
Baca Juga : Mahasiswa Unisri Gelar Sekolah Gencar Karakter

Lebih lanjut, Khotimah menjelaskan secara teknis bahwa pilihan program studi

yang menjadi objek belajar siswa adalah sesuai peminatan program studi yang diinginkan siswa. Ada 9 (sembilan) program studi yang menjadi pilihan siswa yang tersebar di fakultas-fakultas, baik di UNS maupun di UMS.

“Untuk program ini, Sekolah bekerjasama dengan 2 Universitas di Solo yaitu Universitas Sebelas Maret dan Universitas Muhammadiyah Surakarta” Ujar Khotimah.

 

Baca Juga :

 

 

Kuliah Umum di IAIN Salatiga, Terungkap Bantak Parpol Gagal Lakukan Kaderisasi

Kuliah Umum di IAIN Salatiga, Terungkap Bantak Parpol Gagal Lakukan Kaderisasi

Kuliah Umum di IAIN Salatiga, Terungkap Bantak Parpol Gagal Lakukan Kaderisasi

Plt Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyebut banyak partai politik

(parpol) gagal melakukan kaderisasi. Hal ini diutarakan dalam kuliah umum Prodi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah IAIN Salatiga, Senin (26/2/2018) siang.
“Salah satu indikasinya banyak parpol tidak mencalonkan kadernya sendiri saat pemilu,”ujar dia di hadapan peserta kuliah umum yang mengambil tema ‘Kegagalan Kaderisasi Partai Politik: Langkah Antisipasi dan Solusinya’.
Selain itu munculnya calon tunggal di beberapa wilayah yang menyelenggarakan pilkada. Hal ini menjadi indikasi ketidakmampuan parpol menyiapkan kader yang mampu bersaing dalam kancah pemilihan umum.

“Tidak mampu menyiapkan kader berarti tidak ada kerja politik,” ungkap dia.

Arifin mengungkapkan politik saat ini hanya terfokus pada kegiatan pemilihan lima tahunan dalam rangka perebutan kekuasaan. Alhasil justru tidak menyiapkan kader secara maksimal.
Kendati demikian, lanjut dia, masih ada parpol yang menyiapkan kader secara serius, misalnya melalui sekolah atau pelatihan.
“Tantangan ke depan karena saat ini memakai sistem pemilihan langsung maka yang terpilih punya utang kepada rakyat,” papar dia.
Kondisi seperti ini berdampak pada tingginya biaya politik sehingga terkadang memunculkan pemakluman sebagian pejabat yang mengangap korupsi tak mengapa asalkan untuk kepentingan masyarakat.

“(Pemikiran) ini sangat disayangkan. Karenanya selagi masih muda

, masih mahasiswa lakukan kerja sosial sebagai modal sosial jika ke depan ingin menjadi kepala daerah,” kata dia.
Terpisah, Dekan Fakultas Syariah IAIN Salatiga Siti Zumbrotun berharap para mahasiswa bisa mengambil pelajaran dari Plt Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin yang telah menjabat wakil bupati pada usia 25 tahun.
”Meski masih muda semangatnya patut ditiru untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Trenggalek. Apalagi mahasiswa adalah kader penerus dalam memperjuangkan organisasi dan parpol ke depan,” terang dia.
Siti menambahkan kegagalan parpol dalam melakukan kaderisasi yakni banyaknya kader yang keluar atau pindah parpol. Fenomena ini tidak saja terjadi di tingkat pusat tetapi juga di tingkat bawah, seperti kecamatan.
“Tidak hanya pindah tapi juga mendirikan patpol baru,” ungkap dia.

 

Sumber :

https://mayleneandthesonsofdisaster.us/sejarah-palestina/

Ketua DPR Minta Pemda Realisasikan 20 Persen Dana APBD untuk Pendidikan

Ketua DPR Minta Pemda Realisasikan 20 Persen Dana APBD untuk Pendidikan

Ketua DPR Minta Pemda Realisasikan 20 Persen Dana APBD untuk Pendidikan

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan, pemerintah daerah

harus merealisasikan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBD. Menurutnya, bentuk keseriusan daerah dalam meningkatkan pendidikan bisa terlihat pada pengalokasian dana di APBD.

Hal tersebut menurut Bambang guna merespons ketidakseriusan pemda dalam mengalokasikan 20 persen dana dari APBD untuk sektor pendidikan. Padahal, jumlah dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah meningkat.

Baca Juga : Tingkatkan Kompetensi, Guru SDIT Nur Hidayah Dilatih Flipbook sebagai Bahan Ajar

“Komitmen pemerintah daerah dalam mengalokasikan 20 persen dari APBD untuk sektor pendidikan dinilai masih belum efektif,” ujar Bamsoet di Jakarta, Senin (12/2/2018).

Menurutnya, DPR terus mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) lebih sinkron dalam hal penggunaan anggaran pendidikan di APBD.
Baca Juga : HUT ke-74 RI, Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Lomba Mirip Bung Karno

“Meminta Komisi X mendesak Kemendikbud untuk mendorong

pemda mengalokasikan 20 persen dari APBD untuk pendidikan,” tegasnya.

Selain itu, Bamsoet juga meminta Komisi X DPR mengevaluasi pengalokasian dana 20 persen dari APBD untuk pendidikan.
Baca Juga : Perlu Tidak Rangking bagi Anak? Simak Kata Pakar Ini

“Sehingga target dari pembangunan pendidikan oleh pemerintah dapat tercapai dan tepat sasaran,” pungkasnya. Tribunnews

 

Sumber :

https://mayleneandthesonsofdisaster.us/kisah-sayidi-ibrahim/

Pengertian Kata Kerja (Verba) Dan Contohnya

Pengertian Kata Kerja (Verba) Dan Contohnya

Pengertian Kata Kerja (Verba) Dan Contohnya

Pengertian Kata Kerja (Verba) Dan Contohnya

Pengertian Kata Kerja (Verba) Dan Contohnya

Pengertian Kata Kerja (Verba) Dan Contohnya Lengkap- Verba atau kata kerja adalah kata yang menyatakan tindakan kelas, kehadiran, pengalaman, atau rasa dinamis lainnya. Ketik kata umumnya predikat dalam frase atau kalimat.

Berdasarkan pada objek, kata kerja dapat dibagi menjadi dua:

Kata kerja transitif: verba yang membutuhkan pelengkap atau objek, contohnya memukul (bola)
Verba transitif: verba yang tidak memerlukan pelengkap, Sebagai contoh lari.

Pengertian Predikat

Dalam tata bahasa, predikat adalah bagian dari kalimat yang ditandai apa yang dikatakan oleh pembicara pada subjek. Dalam beberapa bahasa, seperti keluarga bahasa Indo-Eropa, predikat kata kerja harus mengandung unsur.

Predikat dapat diikuti antara lain oleh objek dan keterangan. Kata berasal dari judul praedicatum Latin yang berarti “apa yang dikatakan”.

Baca Juga :